KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi tidak selalu berarti ancaman, tetapi juga membuka peluang. Kunci menghadapi kondisi tersebut adalah membangun ketahanan finansial melalui investasi jangka panjang, diversifikasi aset, pengelolaan risiko, dan perlindungan yang memadai. Chatib Basri, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia mengatakan, berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan masyarakat, hingga tekanan terhadap nilai tukar dan pasar keuangan tetap perlu diantisipasi sebagai bagian dari dinamika ekonomi. “Ketidakpastian akan selalu menjadi bagian dari dinamika ekonomi. Tingga bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Selama fundamental ekonomi terjaga dan kepercayaan pasar terus membaik, peluang untuk bertumbuh tetap terbuka. Situasinya memang tidak mudah, tetapi ada opportunity.” kata Chatib dalam Risk Awareness Series 2026 yang digelar Prudential Indonesia baru-baru ini. Di tengah dinamika global, ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61% pada kuartal I 2026 dan 5,29% pada kuartal II, sementara berbagai lembaga internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan. Baca Juga: Prudential Indonesia Sebut Penerapan AI Dapat Membantu Pengelolaan Klaim Kesehatan
Menangkap Peluang Investasi di Tengah Ketidakpastian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi tidak selalu berarti ancaman, tetapi juga membuka peluang. Kunci menghadapi kondisi tersebut adalah membangun ketahanan finansial melalui investasi jangka panjang, diversifikasi aset, pengelolaan risiko, dan perlindungan yang memadai. Chatib Basri, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia mengatakan, berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan masyarakat, hingga tekanan terhadap nilai tukar dan pasar keuangan tetap perlu diantisipasi sebagai bagian dari dinamika ekonomi. “Ketidakpastian akan selalu menjadi bagian dari dinamika ekonomi. Tingga bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Selama fundamental ekonomi terjaga dan kepercayaan pasar terus membaik, peluang untuk bertumbuh tetap terbuka. Situasinya memang tidak mudah, tetapi ada opportunity.” kata Chatib dalam Risk Awareness Series 2026 yang digelar Prudential Indonesia baru-baru ini. Di tengah dinamika global, ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61% pada kuartal I 2026 dan 5,29% pada kuartal II, sementara berbagai lembaga internasional masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan. Baca Juga: Prudential Indonesia Sebut Penerapan AI Dapat Membantu Pengelolaan Klaim Kesehatan
TAG: