Menangkap pendar bisnis tren lampu laser hijau



Belakangan ini, lampu laser hijau atau green laser pointer banyak di perdagangkan di pinggir-pinggir jalanan di ibu kota. Tren gren green laser pointer sudah muncul sejak tahun lalu. Hingga saat ini, permintaan lampu ini masih tinggi di pasaran. Maklumlah, barang impor asal China itu memang sukses membetot perhatian masyarakat. Omzet pedagang puluhan juta.

Beberapa bulan terakhir, di pinggir-pinggir jalan marak pedagang menjajakan lampu laser hijau. Hampir setiap malam ada saja pedagang laser hijau dadakan muncul di pinggiran jalan ibu kota.

Barang impor asal China yang biasa disebut green laser pointer itu berhasil mencuri perhatian masyarakat Jakarta dan sekitarnya.


Tren green laser pointer sudah muncul sejak tahun lalu. Namun, semakin mewabah di akhir tahun 2015 hingga awal tahun ini. Seri green laser pointer 303 merupakan yang paling banyak dijualbelikan di di pasar.

Iwan, salah seorang agen green laser pointer 303 mengatakan, permintaan konsumen akan lampu ini lumayan tinggi. Ia sendiri sudah memasarkan produk ini sejak tahun 2005. “Lumayanlah, mulai Lebaran tahun kemarin banyak yang mencari. Seminggu bisa 20 kotak−25 kotak yang laku,” ujarnya.

Ia juga mengaku, saat momen tahun baru, bisa menjual 15 kotak green laser pointer 303 dalam sehari.

Iwan yang berjualan via online membanderol green laser pointer 303 seharga Rp 125.000 per kotak. Satu kotaknya berisi satu buah green laser pointer 303 dan dua baterai AAA.

Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet sekitar Rp 11,5 juta. Saat ditanya fungsi green laser pointer 303, pria yang berdomisili di Karawaci, Tangerang ini menjelaskan, lampu ini bisa berfungsi buat naik gunung. "Ada juga yang sekadar buat hobi, untuk mainan gitu,” ujarnya.

Pemain lainnya adalah Aho, seorang pengepul green laser pointer 303 di pusat grosir Senen Jaya, Jakarta. Ia mengimpor lampu ini langsung dari China. Pemilik AHO Elektronik ini mengaku permintaan green laser pointer 303 terus meningkat.

Dalam seminggu, ia bisa menjual 200 kotak−300 kotak, tentu saja dengan harga grosir. Total omzet yang didapatnya sebulan bisa mencapai Rp 55 juta hingga Rp 60 juta. Ada pun keuntungan yang didapat mencapai Rp 36 juta dalam sebulan.

Menurut Aho, kegunaan green laser pointer ini cukup multifungsi.  Bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan, karena jarak sorot yang dihasilkan cukup jauh, sekitar 3 kilometer (km) hingga 5 km. Selain itu, bisa juga untuk astronomi, seperti menunjuk benda di langit tertentu.

Selain jarak sorot 3 km, ada juga  green laser pointer dengan jarak sorot yang lebih pendek, yakni 300 meter hingga 600 meter, tentu saja dengan kadar radiasi yang lebih rendah agar aman digunakan. "Sebab kalau terlalu sering terkena mata dapat menyebabkan kebutaan karena radiasinya," ujarnya.

Fungsi lainnya alat ini adalah bisa digunakan untuk pendukung konser, pertandingan sepak bola, dan lain-lain.

Terlebih green laser pointer 303 yang terbaru ada yang memiliki lima mata, yang setiap mata bisa menghasilkan pola sorotan yang berbeda-beda, sehingga unik dan menarik untuk dimainkan.           

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News