Menanti data AS, GBP/USD flat cenderung melemah



JAKARTA. Poundsterling bergerak flat meski cenderung melemah di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Mengacu data Bloomberg, GBP/USD melemah tipis 0,12% menjadi 1,3341 pukul 16.53 WIB.

Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures mengungkapkan penyebab kondisi stabilnya GBP/USD dikarenakan pasar masih menunggu data terbaru yang akan dirilis.

Adapun sesi sebelumnya, sterling mampu menguat karena melemahnya dollar. Adanya pelemahan dollar disebabkan tingkat inflasi Amerika yang hanya mencapai 1,6%, meleset dari yang ditargetkan yakni 2%.


Tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika yang lemah yakni 1,2% juga menjadi pemicu melemahnya dollar AS. Sehingga pasar pada saat itu lebih memilih sterling sebab pasar menganggap The Fed tidak mampu untuk menaikkan suku bunganya.

Pasar juga tengah menunggu data payroll yang akan dirilis oleh Amerika pada Jumat (5/8). Menurut Nizar, penilaian pasar terhadap The Fed apakah akan dapat menaikkan suku bunga tersebut bergantung dari data payroll Jumat nanti.

Kejatuhan dollar pada sesi lalu dianggap Nizar sebagai momentum untuk mengangkat GBP pasca Brexit. Akan tetapi, kondisi stagnan GBP/USD saat ini disebabkan oleh pasar yang tengah menunggu hasil rapat BOE (4/8).

“Pasar ingin melihat apakah BOE akan memotong suku bunganya, hal ini lah yang membuat penguatan GBP/USD menjadi tersendat,” ucap Nizar (3/8).

Nizar memaparkan bahwa tidak hanya tingkat suku bunga saja yang diperhatikan oleh pasar. Keputusan BOE lainnya yang dinantikan ialah mengenai program pembelian obligasi, isu pernyataan minyak, serta proyeksi ekonomi terbaru. Hal-hal tersebut akan menjadi penentu penguatan GBP/USD. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto