Menanti data AS, minyak WTI catat kenaikan



JAKARTA. Harga minyak WTI tetap mendulang kenaikan salah satunya sembari menanti rilis data stok AS yang diduga akan merosot. Tentunya kenaikan terhitung terbatas mengingat kekuatan USD saat ini memberi bayang beban negatif pada harga komoditas termasuk minyak.

Mengutip Bloomberg, Rabu (4/1) pukul 14.46 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Februari 2017 di New York Mercantile Exchange terangkat 0,32% ke level US$ 52,51 per barel dibanding hari sebelumnya.

Dugaan Bloomberg Survei, stok minyak AS pekan lalu turun 2,25 juta barel. Tentunya hal ini bisa berimbas positif mengingat saat ini stok minyak AS berada di level 486 juta barel atau merupakan level tertingginya dalam 30 tahun terakhir. Kini pasar menanti rilis data Energy Information Administration (EIA) yang akan rilis Kamis (5/1) malam.


Sementara dukungan lainnya bagi harga datang setelah Kuwait memangkas produksi minyaknya sebesar 130.000 barel per hari mulai 1 Januari 2017 kemarin. Begitu juga dengan Oman yang mengikis produksinya sebesar 45.000 barel per hari dari level produksinya November 2016 silam.

“Fokus akan tertuju pada pemangkasan produksi yang dilakukan oleh produsen-produsen OPEC. Sehingga sepanjang kuartal satu 2017 ini jika kesepakatan tersebut diikuti oleh seluruh produsen maka harga akan bergerak di rata-rata US$ 60 per barel,” duga Jonathan Barratt, Chief Investment Officer Ayers Alliance Securities seperti dikutip dari Bloomberg.

Hanya saja bukan berarti pergerakan harga minyak WTI minim beban. Salah satunya datang laporan stok di pelabuhan pengiriman minyak terbesar AS yakni Cushing, Oklahoma yang mana stoknya naik 900.000 barel pekan lalu. Serta kembali aktifnya dua tambang minyak terbesar Libya yang akan mendongkrak pengiriman minyak mentah Libya hingga 1,9 juta barel bulan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News