Menanti Data Manufaktur, Begini Proyeksi Rupiah untuk Senin, (4/5)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (1/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,05% secara harian ke Rp 17.337 per dolar AS.

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,31% secara harian ke Rp 17.378 per dolar AS pada Kamis (30/4/2026).  

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih tertekan pada Senin (4/5/2026), kecuali ada perkembangan positif seputar geopolitk Timur Tengah. Selain itu, sentimen domestik masih negatif.


Adapun untuk Senin pergerakan rupiah akan dipengaruhi data ekonomi domestik yang akan dirilis. Di antaranya akan dirilis data manufaktur, perdagangan dan inflasi. 

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Kembali Tertekan di Mei 2026, Usai Cetak Rekor Terlemah

“Khususnya inflasi diperkirakan akan menurun, yang seharusnya naik dikarenakan pemerintah tidak menaikkan harga jual solar, pertalite dan pertamax,” ucap Lukman kepada Kontan, Kamis (30/4/2026). 

Lukman menilai penurunan inflasi ini akan semakin dilematik bagi BI dalam keputusan suku bunga karena dengan mempertahankan di tingkat sekarang, rupiah menjadi tidak menarik. 

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi menambahkan, sentimen geopolitik juga akan mempengaruhi gerak rupiah. Sebab Israel sampai saat ini masih terus melakukan penyerangan terhadap Lebanon. 

Di sisi lain blokade yang dilakukan angkatan laut AS yang berkepanjangan kemungkinan akan membuat Iran terus memblokir Selat Hormuz sebagai pembalasan.

Blokade yang berkepanjangan di jalur pelayaran tersebut menunjukkan gangguan pasokan minyak global yang lebih besar.

Baca Juga: Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, Sejumlah Sektor Usaha Tertekan

“Indeks dolar menguat karena sentimen geopolitik,” ucap Ibrahim. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Senin (4/5/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.350 – Rp 17.400 per dolar AS. Sementara Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.300 – Rp 17.400 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News