KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menghadiri Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang bersama DPR RI-DPD RI dan Rapat Paripurna DPR Tentang RAPBN 2027 dan Nota Keuangan pada hari ini, Jumat (14/8/2026). Dalam agenda ini, Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato mengenai pengantar susunan RAPBN 2027 dan Nota Keuangan. Herman mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% pada tahun 2026 menunjukkan kinerja pemerintah masih berada di jalur yang positif. Ia menilai pertumbuhan tersebut cukup berkualitas di tengah tantangan ekonomi global yang masih tinggi.
Baca Juga: AHY Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Siap Kawal Arahan Prabowo "Ya, saya kira ada hal yang berkualitas (pertumbuhan) di kuartal dua ini cukup positif. Dan tentu penilaian nanti di akhir tahun, rata-ratanya di berapa pertumbuhan. Namun saya kira di atas 5% ini juga sudah pencapaian yang luar biasa, karena di tengah dengan tantangan global yang saya kira tidak mudah, tidak sederhana," ujar Herman kepada awak media di kompleks Parlemen, Jumat (14/8/2026). Menurut Herman, ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut mempengaruhi kondisi perekonomian dunia. Karena itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,2% dinilai menunjukkan perekonomian nasional masih berada di jalur yang tepat. "Kemudian konflik di Timur Tengah yang
up and down, Amerika, Israel, Iran yang panas-dingin, dingin-panas. Saya kira ini adalah situasi yang juga mempengaruhi situasi dunia. Dan tentu dengan pertumbuhan 5,2% ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih on the track," katanya. Herman bilang, dari sisi politik, keamanan, hingga ekonomi, kondisi Indonesia saat ini masih berada dalam arah yang baik. Ia berharap tren tersebut dapat dipertahankan dan pertumbuhan ekonomi ke depan bisa terus ditingkatkan. "Sehingga dari sisi-sisi politik, keamanan, ekonomi sampai saat ini, tentu kita bisa memberikan penilaian
on the track ya, baik. Dan tentu mudah-mudahan ini terus dipertahankan, dan ke depan dapat ditingkatkan," ujar Herman.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Kejutan di Pidato Kenegaraan Hari Ini Ia menambahkan, pemerintah perlu menyiapkan dorongan yang lebih kuat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, arah kebijakan tersebut nantinya dapat terlihat dalam penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN oleh pemerintah. "Kita juga akan melihat nanti akan di mana dorongan terbesar untuk bisa mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dari capaian tahun 2024. Itu yang menurut saya kita bisa lihat nanti setelah Presiden menyampaikan nota APBN," katanya. Lebih lanjut, Herman berharap kebijakan pemerintah ke depan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 dan 34 Undang-Undang Dasar 1945. "Harapannya adalah ke depan tentu Indonesia akan lebih baik. Ke depan ekonominya akan tumbuh lebih positif, dan lebih daripada itu tentu masyarakatnya lebih sejahtera," ujar Herman. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ia pun mendukung langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan.
"Ini sebuah hal yang harus kita dukung bersama, dan ini adalah sebuah langkah ya, langkah strategis yang tentu diambil oleh Presiden dalam rangka untuk meningkatkan pemerataan pendapatan, peningkatan kesejahteraan yang lebih merata, yang lebih adil. Harus kita dukung bersama," katanya.
Baca Juga: Sidang Tahunan MPR: Pimpinan MPR, DPR dan Para Menteri Merapat ke DPR Herman berharap evaluasi pemerintah dan kebijakan yang akan disampaikan Presiden dapat menjadi pijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News