Mencari cuan dari empat saham yang kerap naik di bulan Oktober



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang Oktober, rupanya ada beberapa saham emiten yang cenderung mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir. Dari rangkuman Kontan, terdapat empat saham yang pertumbuhannya bisa mencapai dua digit atau di atas 10%.

Keempat saham tersebut di antaranya PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan, kenaikan indeks dalam lima tahun tersebut merupakan hal yang wajar.

"Ini karena, sektor konstruksi menguat karena efek kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun infrastruktur," ujar William kepada Kontan, Kamis (27/9).


Sayangnya, William menilai dari keempat emiten tersebut hanya satu emiten yang berpotensi mengalami kenaikan di Oktober 2018. Sejak terjadi cash flow, beberapa emiten tersebut bergerak negatif, pergerakan saham sektor konstruksi pun justru mengalami penurunan.

"Secara teknikal, yang berpotensi mengulang siklus (kenaikan) itu SRIL. Sedangkan tiga lainnya saya kira agak sulit untuk Oktober tahun ini," kata William kepada Kontan, Kamis (27/9).

Meskipun begitu, peluang rebound untuk ketiga saham konstruksi tersebut, masih ada di tahun ini. Alasan rebound nantinya berasal dari laporan keuangan emiten masing masing.

"Jika perolehan kontrak masih tinggi, disertai cash flow yang membaik, itu bisa bikin rebound," ujarnya.

Ditambah lagi, jika berdasarkan siklusnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound di setiap bulan Oktober. Dengan begitu, keempat saham tersebut berpotensi untuk mengikuti pergerakan kenaikan IHSG di bulan depan.

Untuk investor, direkomendasikan untuk membeli saham SRIL dengan target harga Rp 400 dan WIKA dengan target Rp 1.750. Sedangkan untuk saham PTPP, investor harus menunggu indeks menyentuh level support Rp 1.500 untuk bisa menyentuh target harga Rp 1.700 - Rp 2.000.

Begitu juga untuk saham WSKT yang perlu menyentuh level support Rp 1.600, sebelum akhirnya buy dengan target harga Rp 1.800 - Rp 2.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Narita Indrastiti