KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pameran FLEI Business Show 2026 akan digelar di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2 pada pada 9–11 Oktober 2026. Pameran ini akan menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, menemukan mitra, dan membuka peluang bisnis baru. Ajang ini akan menghadirkan ratusan
brand, business matching, serta koneksi lintas industri dan negara ASEAN. Sehingga bisa menjadi kesempatan membangun kemitraan secara langsung. FLEI juga digelar bersamaan dengan Cafe & Brasserie Expo (CBE) dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE), sehingga pengunjung bisa memperluas koneksi dan peluang bisnis ke berbagai industri.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap Kadin bidang
Franchise, Networking dan
E-Commerce, Levita G. Supit, mengatakan bisnis waralaba di Indonesia kini bernilai lebih dari Rp143 triliun. Sektor ini tumbuh rata-rata 10%-15% per tahun, ditopang oleh industri makanan dan minuman, jasa, serta ritel. Menurut Levita, pertumbuhan bisnis waralaba sangat bergantung pada kemitraan antara pemilik merek dan mitra usaha. “Karena itu, FLEI Business Show 2026 menjadi ruang bagi calon mitra untuk bertemu langsung dengan pemilik merek, membandingkan peluang usaha, serta memastikan aspek legalitas dan skema kemitraan,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Produk Kesehatan dan Waralaba RI Raup Potensi Transaksi Rp 19 Miliar di Malaysia Pameran ini menghadirkan ratusan merek dari sektor makanan dan minuman, jasa, ritel, solusi ritel, hingga lisensi IP. Pilihan investasinya beragam, mulai dari paket usaha dengan modal terjangkau hingga kemitraan berskala besar. FLEI juga menyediakan program
Business Matching yang mempertemukan pemilik merek dengan calon
franchisee, investor, distributor, dan
reseller. Selain itu,
International Business Summit menghadirkan pelaku usaha dari Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Thailand untuk membuka peluang kerja sama bisnis di kawasan ASEAN. Project Manager FLEI Business Show, Rulief Harjianto, mengatakan FLEI 2026 dirancang agar pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga membangun kontak dan peluang kerja sama nyata dengan pelaku usaha dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran CBE dan IOITE di lokasi yang sama memperluas peluang bisnis bagi pengunjung FLEI. CBE mempertemukan pelaku usaha dengan industri kafe dan kuliner, sementara IOITE menghadirkan lebih dari 100 vendor corporate outing, team building, dan incentive travel.
Baca Juga: AFI Sebut Koperasi Desa Merah Putih Sulit Saingi Waralaba, Ini Alasannya Selain itu, FLEI Business Show 2026 menghadirkan FLEI Business Conference dengan lebih dari 10 pembicara, serta
masterclass dan
workshop bagi calon
franchisee dan pelaku UMKM. Franchise Consultant Franchise Academy Indonesia, Evi Diah Puspitawati, mengingatkan calon mitra untuk datang dengan tujuan dan pertanyaan yang jelas. Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain usia bisnis, jumlah outlet, waktu balik modal, dukungan pemilik merek, serta kinerja outlet yang sudah berjalan. Menurut Evi, calon mitra juga perlu memastikan dua hal utama, yakni legalitas usaha dan transparansi sistem. Keduanya penting untuk memberikan kepastian hukum serta memastikan informasi dan skema kerja sama disampaikan secara terbuka sejak awal. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News