Mencari untung dari kebutuhan air bersih



Peluang bisnis air minum dalam kemasan masih menjanjikan. Maklum, ketersediaan air bersih masih  menjadi problem negara ini. Nah, salah satu pemain air minum yang menawarkan kemitraan adalah Vit. Perusahaan ini mengusung brand Vitsa, kepanjangan dari Vit Siap Antar.

VIT sendiri merupakan merek minuman kemasan yang sudah populer di Indonesia. Perusahaan ini berdiri tahun 1974. Namun Vitsa diperkenalkan ke pasar mulai tahun 2010. Kala itu, Vitsa mulai membuka tawaran kemitraan.

Junior Manager Direct to Consumer Channel Vit Hilton Simamora mengungkapkan, sejak ditawarkan pertama kali hingga saat ini, Vitsa sudah memiliki 1.100 mitra di Indonesia.


Paket investasi yang ditawarkan Vitsa sebenarnya hanya sebesar Rp 1,2 juta. Dengan paket investasi itu, mitra bakal mendapatkan 60 galon air minum, rak untuk galon, dan troli galon. Ada pula bonus jika mitra berhasil memenuhi target penjualan.

"Kalau penjualannya lebih dari 700 galon per bulan selama tiga bulan, kami memberi jasa make over outlet mitra secara cuma-cuma, berikut spanduk dan plang toko," jelas Hilton.

Sebenarnya, tawaran yang diberikan tidak hanya untuk varian galon. Vitsa juga ditawarkan untuk air minum dalam kemasan botol dan gelas plastik. Soal harga jual, Hilton menyarankan ada di kisaran Rp 10.500−Rp 11.000 per galon.

Sementara air minum dalam kemasan gelas dihargai Rp 16.500 per pak, kemasan botol sedang Rp 26.500 per pak dan botol besar Rp 26.000 per pak.

Dalam sebulan, Hilton mengklaim, mitranya bisa menjual mulai dari 400 galon−1.000 galon. Dengan penjualan sebanyak itu, jika di rata-rata, estimasi omzet yang diperoleh mitra mencapai Rp 10 juta per bulan. Artinya rata-rata mitra diperkirakan balik modal dalam waktu tiga bulan hingga enam bulan.

Menurut Hilton, jika Anda tertarik menggeluti bisnis ini, Anda perlu menyurvei dahulu lokasi yang bakal Anda pilih. Silakan dicermati. Salah satu mitra Vitsa adalah Tirta Puspita milik Dian Susanti, di Bekasi, Jawa Barat. Menurut Dian, Tirta Puspita berdiri empat bulan lalu.

Awalnya, Tirta Puspita hanya mampu menjual 60 galon per bulan. "Sekarang minimal 750 galon, belum termasuk VIT dalam kemasan gelas dan botol," katanya.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Havid Vebri