JAKARTA. Emiten kerap melakukan aksi penggabungan nilai nominal saham alias reverse stock saat harga saham mereka rendah. Nah, dalam waktu dekat, ada dua emiten yang berencana melakukan reverse stock. Mereka adalah PT Sierad Produce Tbk (SIPD) dan PT Buana Listya Tama Tbk (BULL). SIPD berencana melakukan penggabungan nilai nominal saham dengan rasio 10:1. Tujuan akhir reverse stock SIPD adalah rights issue senilai Rp 1,09 triliun untuk mengakuisisi perusahaan yang berbisnis peternakan sapi. Sementara Henrianto Kuswendi, Direktur BULL, beralasan, reverse stock untuk memperbaiki likuiditas saham. Maklum, harga saham BULL yang bertengger di Rp 50 per saham volumenya kecil. BULL juga akan rights issue setelah reverse stock. Bedanya, dana rights issue untuk membayar sisa pokok pinjaman US$ 7,8 juta. BULL belum mengungkapkan rasio reverse stock.
Mencermati untung-rugi reverse stock emiten
JAKARTA. Emiten kerap melakukan aksi penggabungan nilai nominal saham alias reverse stock saat harga saham mereka rendah. Nah, dalam waktu dekat, ada dua emiten yang berencana melakukan reverse stock. Mereka adalah PT Sierad Produce Tbk (SIPD) dan PT Buana Listya Tama Tbk (BULL). SIPD berencana melakukan penggabungan nilai nominal saham dengan rasio 10:1. Tujuan akhir reverse stock SIPD adalah rights issue senilai Rp 1,09 triliun untuk mengakuisisi perusahaan yang berbisnis peternakan sapi. Sementara Henrianto Kuswendi, Direktur BULL, beralasan, reverse stock untuk memperbaiki likuiditas saham. Maklum, harga saham BULL yang bertengger di Rp 50 per saham volumenya kecil. BULL juga akan rights issue setelah reverse stock. Bedanya, dana rights issue untuk membayar sisa pokok pinjaman US$ 7,8 juta. BULL belum mengungkapkan rasio reverse stock.