Mencetak Fulus dari Produk Fesyen Hijau



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masa pandemi Covid-19 justru kerap menjadi awal untuk memulai sebuah bisnis.

Seperti yang dialami Kasiatun, yang tercetus ide merintis usaha produk fesyen ramah lingkungan berbasis ecoprint dengan label Kiye Ecoprint, di Tegalrejo, Cilacap, Jawa Tengah.

Keinginan Kasiatun terjun ke bisnis ecoprint saat pandemi lantaran produk ini mulai digemari para pencinta produk ramah lingkungan. Selain itu, dia juga ingin mengajak para ibu rumahtangga di sekitar tempat tinggalnya untuk membuat produk ecoprint dengan bahan pewarna alami. 


"Saat pandemi, banyak suami yang di-PHK dan kami tidak bisa beraktivitas di luar rumah. Saya mencoba mencari kesibukan yang bisa dilakukan, lalu mengajak teman-teman membuat ecoprint," ujarnya kepada KONTAN belum lama ini.

Baca Juga: Fulus dari Daur Ulang Limbah Pertanian

Dengan berlatih secara autodidak, secara perlahan Kasiatun bisa mengajarkan teknik pewarnaan alami di kain kepada para ibu-ibu di lingkungannya.

Setelah jadi, produk kain ecoprint tersebut ia pasarkan secara digital kepada para kerabat serta teman dekatnya.

Tak disangka, produknya mendapat respons positif. Melihat hasil ini, Kasiatun dan rekannya terdorong untuk mulai membentuk kelompok usaha dengan  label Kiye Ecoprint. 

Tidak berselang lama, Kiye Ecoprint memperoleh bantuan pembinaan dari PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap. Bantuan yang dia dapatkan tidak hanya berupa penyediaan peralatan dan tempat produksi, juga pelatihan, promosi, serta fasilitas mengikuti berbagai pameran. 

Baca Juga: Gurih Nian Laba dari Pempek Tahan Lama

"Kami juga diajak mengikuti berbagai expo yang membuat produk kami makin dikenal," tuturnya.

Lewat berbagai pameran yang ia ikuti, Kiye Ecoprint mulai mendapatkan pesanan dari luar negeri. Saat ini, produknya telah merambah ke Malaysia, Singapura, Turki, hingga terbaru ke Thailand dalam skala kecil. 

"Ekspor kami masih kecil-kecilan, belum dalam jumlah kontainer " katanya.

Baca Juga: Fulus dari Inovasi dan Pemberian Label

Melihat hasil tersebut, Kasiatun mulai mengincar pasar global. Targetnya, ia bakal memperluas pasar ke Thailand. Ke depan, Thailand menjadi salah satu pasar yang ingin dia garap serius. 

"Kemarin sudah kirim beberapa sampel ke Thailand dan alhamdulillah ada respons," ungkapnya.

Baca Juga: Menyulap Karung Goni Bekas Jadi Produk Bernilai

Kini, usaha Kasiatun sudah mempunyai omzet yang nilainya berkali-kali lipat dari modal awal yang hanya Rp 4 juta. Tahun lalu saja, rata-rata Kiye Ecoprint mengantongi omzet Rp 45 juta sampai     Rp 50 juta per bulan. 

Namun, pada 2026, penjualannya mulai melandai seiring bertambahnya jumlah perajin ecoprint di berbagai daerah. Meski demikian, kondisi ini merupakan perkembangan positif karena menunjukkan industri ecoprint kian dikenal.

Untuk menjaga pertumbuhan usaha, Kiye Ecoprint mulai melakukan diversifikasi produk. Ada produk kain, tas, sepatu, tumbler, taplak meja, talenan, hingga aksesori fesyen lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: