Mendag Agus Suparmanto sampaikan langkah strategis dalam Rakor Bidang Perekonomian



KONTAN.CO.ID - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mendukung penuh inisiatif mencari strategi bersama untuk memulihkan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) Bidang Perekonomian di Nusa Dua, Bali, Jumat (21/8). Rapat tersebut membahas langkah-langkah pemerintah selanjutnya dalam upaya penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, dan realisasi penyerapan anggaran kementerian/lembaga.

“Perekonomian Indonesia tidak terhindar dari pandemi Covid-19. Gerai di mal dan pasar rakyat turut merasakan dampaknya. Kami mendukung penuh pertemuan ini di tengah lesunya ekonomi yang memerlukan pemikiran strategis untuk memulihkan perekonomian nasional,” kata Mendag Agus.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, Kementerian Perdagangan menjalankan sejumlah strategi di bidang perdagangan dalam dan luar negeri yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dan penyederhanaan perizinan.


Langkah-langkah strategis untuk memulihkan perdagangan dalam negeri ditujukan untuk menggeliatkan kembali pasar dalam negeri. Cara ini ditempuh lewat penggunaan perdagangan daring di pasar rakyat, penyampaian imbauan kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona, dan pemberian panduan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan serta pasar rakyat.

Mendag Agus juga menyampaikan akan merampungkan revitalisasi pasar rakyat di 133 kabupaten dan kota untuk tahun 2020. Program ini dapat dimanfaatkan untuk memulihkan ekonomi karena sifatnya yang padat karya, dengan estimasi mampu menyerap 3.375 tenaga kerja selama revitalisasi berlangsung. Kemendag juga memiliki program bantuan sarana usaha perdagangan untuk tahun 2020-2022 yang diestimasi memberi manfaat kepada 22.170 orang.

Untuk mendukung aktivitas pasar rakyat di masa pandemi, Kemendag telah mengalokasikan anggaran dalam wujud bantuan bagi pedagang dan pengelola pasar. Bantuan tersebut berupa masker, sarung tangan, sabun cair, hand sanitizer, tangki air dan wastafel, dan bilik disinfektan untuk 157 pasar rakyat.

Sementara itu, kebijakan yang berhubungan dengan perdagangan luar negeri, misalnya, berupa upaya mengurangi impor barang konsumsi melalui Permendag No. 68 Tahun 2020 tentang Ketentuan impor Alas Kaki, Elektronik, serta Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga, yang sedang diundangkan. Permendag ini mensyaratkan persetujuan impor (PI) serta perubahan pengawasan dari post-border ke border.

Selain itu, Kemendag menerbitkan Permendag No. 39 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2018 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Asal untuk Barang Indonesia. Tujuannya untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) barang ekspor.

“Kemendag juga menerapkan otentikasi otomatis dalam pemberian izin bagi traders dengan reputasi baik. Cara ini mampu memangkas pemrosesan perizinan dalam satu tahap validasi melalui sistem komputer,” ungkap Mendag Agus.

Meskipun dampak pandemi Covid-19 masih terasa di paruh kedua tahun 2020, neraca perdagangan Indonesia berhasil mempertahankan surplus. Di periode Januari--Juli 2020, total neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD 8,7 miliar. Nilai ini terdiri atas surplus neraca nonmigas sebesar USD 12,6 miliar dan defisit neraca migas sebesar USD 3,8 miliar.

Capaian ini jauh lebih baik daripada total neraca perdagangan Januari--Juli 2019 yang defisit USD 2,2 miliar. Sementara itu, total neraca perdagangan Juli 2020 yang surplus USD 3,26 miliar merupakan dampak dari peningkatan ekspor. Capaian ini lebih baik dari periode yang sama tahun 2019 yang defisit USD 280 juta.

“Nilai ekspor nonmigas pada Juli 2020 menunjukkan kenaikan 13,86% bila dibandingkan dengan nilai ekspor nonmigas pada Juni 2020. Hal ini merupakan sinyal positif pertumbuhan sektor perdagangan luar negeri di tengah pandemi Covid-19. Namun, bila dibandingkan dengan kinerja ekspor nonmigas Juli 2019, nilai yang dicapai pada Juli 2020 ini masih lebih rendah 5,87%,” ungkap Mendag Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti