Menderita Kerugian Tahun Lalu, Kimia Farma (KAEF) Siap Kantongi Laba Tahun Ini



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan farmasi pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) merilis laporan kinerja keuangannya untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022. Dalam laporan tersebut, KAEF membukukan penjualan sebesar Rp 9,60 triliun, jumlah ini merosot 25,28% secara tahunan (YoY) dari sebelumnya Rp12,85 triliun di 2021.

Penjualan bersih KAEF ditopang kontribusi penjualan domestik dan ekspor yang kompak merosot di sepanjang tahun 2022. KAEF mencatat penjualan domestik merosot 25,15% (YoY) menjadi Rp 9,47 triliun dari sebelumnya Rp 12,67 triliun di 2021.

Sementara itu, penjualan ekspor merosot 33,46% (YoY) menjadi Rp 133,30 miliar dari sebelumnya Rp 200,35 miliar di 2021.


Jika dilihat dari jenis produksinya, pemicu terkoreksinya penjualan KAEF disebabkan obat generik yang penjualannya menurun drastis hingga 59,13% (YoY) menjadi Rp 864 miliar di tahun 2022 dari sebelumnya mencapai Rp 2,11 triliun di 2021.

Baca Juga: Sepanjang 2022, Kimia Farma (KAEF) Turunkan Beban Usaha 5,41%

Penyebab lainnya adalah pada pos penjualan produksi pihak ketiga yakni vaksin yang mana sama sekali tidak menghasilkan penjualan di sepanjang tahun 2022. Padahal sebelumnya produk jenis vaksin berkontribusi sebesar Rp 1,38 triliun kepada total penjualan KAEF di 2021.

Di sisi lain beban pokok penjualan tercatat menurun 28,93% (YoY) menjadi Rp 6,01 triliun dari sebelumnya Rp 8,46 triliun di 2021. Penyebabnya adalah biaya produksi yang menurun 52,58% (YoY) menjadi Rp 1,77 triliun dari sebelumnya Rp 3,72 triliun di 2021.

Seiring dengan itu pos harga pokok produksi juga ikut menurun 51,68% (YoY) menjadi Rp 1,78 triliun di 2022 dari sebelumnya Rp 3,69 triliun di 2021.

KAEF di sepanjang tahun 2022 kembali menderita rugi sebesar Rp 109 miliar dari sebelumnya masih mengantongi laba bersih sebesar Rp 289 miliar di 2021.

Perseroan juga telah melakukan aksi korporasi unlock value KFA yang menghasilkan dana sebesar Rp1,86 triliun disertai dengan pembebanan pajak sebesar Rp76 miliar.

Selain itu, di tahun 2022 entitas anak KAEF yaitu KF Dawaa di Saudi Arabia membukukan kerugian sebesar Rp 24 miliar akibat tidak adanya kegiatan ibadah haji dan umroh selama pandemi.

Baca Juga: Punya Prospek Cerah pada 2023, Cermati Rekomendasi Emiten Farmasi

Dengan adanya aksi korporasi dan kondisi entitas anak tersebut, KAEF mengaku ini memberikan pengaruh terhadap pencatatan kerugian sebesar Rp109 miliar.

Penurunan kinerja keuangan KAEF di sepanjang tahun 2022 juga tidak terlepas dari keadaan Covid-19 secara nasional yang telah terkendali. Di tengah kondisi ini, KAEF berupaya melakukan efisiensi dalam mendukung keberlangsungan bisnisnya.

Meskipun demikian dengan adanya aksi korporasi unlock value ini juga mendukung modal kerja dan pengembangan bisnis KFA dengan New Bussiness Model with Digitalization, mengkombinasikan offline dan online store dengan strategi omnichannel, integrasi Apotek-Klinik-Lab Diagnostika, serta New Digital Channel.

KAEF mengaku optimistis dapat mengembalikan kerugian yang dideritanya tahun 2022 lalu menjadi laba di tahun 2023. Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk David Utama melihat prospek industri farmasi dan layanan kesehatan di tahun ini masih mengalami pertumbuhan.

"KAEF optimis pada tahun 2023 kinerja dapat tetap tumbuh dan memberikan kontribusi laba positif serta Cash Flow Operation yang tetap terjaga positif hingga akhir tahun 2023. KAEF terus berkomitmen mendukung Pemerintah dalam peningkatan kesehatan masyarakat,” kata David dalam keterangannya, Senin (3/4).

Baca Juga: Phapros Pastikan Ketersediaan Multivitamin Penunjang Aktivitas Fit Selama Ramadan

Pada awal 2023, David mengaku pihaknya telah melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja antara lain aktivitas marketing yang masif dan penetrasi pasar. Selain itu, KAEF juga telah melakukan nondeal roadshow (NDR) dengan para investor untuk mendapatkan bisnis baru yang akan dikembangkan di tahun ini.

KAEF juga terus melakukan pembenahan di sektor layanan kesehatan dan ritel farmasi meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat, salah satunya dengan aliansi strategis bersama mitra strategis yang memiliki jaringan global, yaitu Parkway Pantai Group yang memiliki kompetensi di Klinik dan Laboratorium Klinik.

Untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses produk dan layanan kesehatan, KAEF juga telah memiliki suatu aplikasi yaitu Kimia Farma Mobile (KF Mobile) yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang di dalamnya terdapat layanan penjualan produk secara online dan layanan kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli