KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Posco bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk memperkuat infrastruktur melalui pemanfaatan material industri yang berkelanjutan. Dalam kolaborasi ini, perusahaan menyalurkan sekitar 1.000 ton slag baja untuk pengerasan Jalan Kranggot, akses utama menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kranggot. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana produk sampingan proses produksi baja dimanfaatkan kembali sebagai material konstruksi yang bernilai guna. Secara teknis, slag baja memiliki karakteristik kuat dan stabil sehingga cocok digunakan untuk pengerasan jalan. Jalan Kranggot setiap hari dilalui armada pengangkut sampah bertonase besar menuju TPS, sehingga membutuhkan struktur jalan dengan daya dukung tinggi. Dibandingkan agregat alami, slag baja dinilai lebih kuat dan mampu mengurangi potensi kerusakan jalan.
Mendorong Ekonomi Sirkuler Lewat Pemanfaatan Slag Baja pada Infrastruktur Jalan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Posco bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk memperkuat infrastruktur melalui pemanfaatan material industri yang berkelanjutan. Dalam kolaborasi ini, perusahaan menyalurkan sekitar 1.000 ton slag baja untuk pengerasan Jalan Kranggot, akses utama menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kranggot. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana produk sampingan proses produksi baja dimanfaatkan kembali sebagai material konstruksi yang bernilai guna. Secara teknis, slag baja memiliki karakteristik kuat dan stabil sehingga cocok digunakan untuk pengerasan jalan. Jalan Kranggot setiap hari dilalui armada pengangkut sampah bertonase besar menuju TPS, sehingga membutuhkan struktur jalan dengan daya dukung tinggi. Dibandingkan agregat alami, slag baja dinilai lebih kuat dan mampu mengurangi potensi kerusakan jalan.