Walau di hari penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan bisa sedikit menguat menjadi 1355,408 (1,08%), kinerja bursa selama satu tahun ini boleh dibilang cukup menyedihkan. Para investor pasar modal pun tahun ini harus bisa maklum kalau melihat portofolio sahamnya anjlok drastis. Lihat saja IHSG sebagai indikator kondisi pasar sudah melorot 50,64% dibandingkan tahun lalu. Kalau kita bandingkan dengan kondisi bursa pada beberapa tahun belakangan, tahun ini kondisi bursa sungguh mengerikan. Turun drastis sampai batas yang tidak terbayangkan, hingga otoritas bursa pun terpaksa harus menghentikan perdagangan di pasar modal dalam beberapa hari.
| | Market Cap | Perubahan Harga YTD | Harga Terakhir |
| Indeks Harga Saham Gabungan | 1.017.120.000.000.000 | -50,638 | 1355,408 |
| Telekomunikasi Indonesia Tbk | 139.104.000.000.000 | -30,971 | 6.900 |
| Bank Central Asia Tbk | 80.128.780.000.000 | -10,959 | 3.250 |
| Unilever Indonesia Tbk | 59.514.000.000.000 | 15,556 | 7.800 |
| Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | 56.410.180.000.000 | -38,176 | 4.575 |
| Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk | 42.718.960.000.000 | -39,414 | 1.860 |
| Astra International Tbk | 42.710.140.000.000 | -61,355 | 10.550 |
| Bank Mandiri (Persero) Tbk | 42.332.010.000.000 | -40,388 | 2.025 |
| Indosat Tbk | 31.245.120.000.000 | -33,526 | 5.750 |
| Semen Gresik (Persero) Tbk | 24.764.100.000.000 | -25,446 | 4.175 |
| INCO TBK | 19.177.130.000.000 | -79,444 | 1.930 |