Menebak arah IHSG sebelum data inflasi dirilis



JAKARTA. Kinerja bursa global pada Kamis (31/10) cenderung bergerak mixed. Bursa Eropa ditutup menguat lantaran adanya kinerja keuangan yang positif dari Peugeot Citroen, Alcatel-Lucent dan BNP Paribas.

Sementara bursa Amerika Serikat (AS) justru ditutup melemah, lantaran tak ada katalis positif pasca pengumuman stimulus fiskal yang dilanjutkan oleh bank sentral Amerika Serikat alias The Fed.

Sedangkan, bursa Asia akhir pekan ini diperkirakan akan terpengaruh data manufaktur PMI China yang akan dirilis pagi ini, dimana PMI Manufaktur China akan naik dari 50,2 di bulan September menjadi 50,7 di bulan Oktober.


Sementara itu, untuk perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pergerakannya tertuju pada pengumuman inflasi Oktober yang mungkin bisa menjadi katalis positif jika angkanya sesuai dengan ekspektasi pasar.

"Tapi, mengacu pada kondisi bursa global dan regional, kami perkirakan IHSG bergerak mixed hari ini," ujar Teuku Hendry Andrean, analis Danpac Sekuritas, (1/11). Menurutnya, IHSG akan bergerak pada kisaran support 4.465 - 4.480 dan resistance 4.528 - 4.544.

Pilihan saham dengan posisi hold dari Hendry adalah,  BWPT  dan MDLN. Sedangkan yang di posisi  buy on weakness adalah MNCN.

Sementara itu, Adhe Mustofa, analis Asjaya Indosurya Sekuritas memiliki pandangan senada dengan Hendry. Ia bilang, sentimen asing datang dari AS seiring kekhawatiran para investor tentang tapering akan dilaksanakan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kemudian ada sentimen dari zona euro, dari kenaikan laba Alcatel-Lucent SA dan BNP Paribas SA. Kinerja positif itu akan mengimbangi memburuknya data pekerjaan di zona euro dan kekhawatiran investor terhadap tapering di AS.

Atas dasar itu, Adhe memprediksi, pergerakan IHSG, akan bergerak sideways. Pergerakannya ada di kisaran support 4.495-4.575. "Cermati saham TBIG, BBNI, dan ANTM," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri