Menengok manfaat PLTD milik PLN di Pulau Komodo



KONTAN.CO.ID - PULAU KOMODO. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kini hadir di Pulau Komodo. Kehadiran listrik di Taman Nasional Pulau Komodo ini tidak terlepas dari semakin banyaknya para turis berdatangan ke sana. Saat ini, ada sekitar 300 dari 400 kepala keluarga di Pulau Komodo yang sudah mendapatkan listrik di Desa Komodo.

Kepala Desa Komodo Aksan mengatakan, sebelum ada listrik PLN datang, sebenarnya ada pengusaha swasta yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga DieselĀ (PLTD) di Desa Komodo. Namun saat ini dikenakan Rp 6.000 per kepala keluarga untuk satu hari.

"Kami sudah dapat listrik dari swasta sejak 2011 sampai 2016. Tetapi akhir 2016, PLTD rusak," ungkap dia, Rabu (28/3).


Sejak saat itu warga sangat kehilangan listrik setelah PLTD rusak. Baru pada Februari 2017 PLN membangun PLTD di Desa Komodo. Kata Aksan, saat pembangunan warga sangat senang karena bisa kembali mendapatkan listrik kembali.

"Kalau dibandingkan harganya jauh lebih murah PLN. Kalau dulu kamk bayar Rp 6.000 satu hari untuk dapat listrik," ungkap dia.

Kata Aksan, saat ini dirinya hanya mengisi Rp 200.000 untuk dua bulan. Sedangkan dahulu bisa Rp 1,8 juta per bulan untuk mendapatkan listrik. "Saya pakai listrik 2.200 kV, mayoritas 1.300 kV, tetapi ada juga yang. 900 kV," imbuh pria 52 tahun itu.

Kata Aksan, mata pencaharian warga Desa Komodo adalah bercocok tanam dan nelayan.

O Faldi Seik Penanggung Jawab PLTD PLN Desa Komodo mengatakan, 2x80 kilo watt dengan beban puncak 100 kilo Watt. "Jadi kami masih punya cadangan," ungkap dia.

Saat ini ada masih warga yang minta untuk disambungkan listrik. "Permintaan pasang baru masih ada. Ada 10 pelanggan baru. Sekarang kami sudah punya pelanggan 286," ungkap dia.

Kata Fadli, listrik di Desa Komodo mulai beroperasi sejak 17.30 WIT sampai pagi. Saat ini memang belum bisa 24 jam karena keterbatasan bahan bakar. Sejauh ini BBM dipasok dari Ruteng terminal BBM Pertamina. "Baru dikirim ke Labuan Bajo, terus dibawa pakai kapal ke Desa Komodo dengan waktu 4 jam," ungkap dia.

Dia mengatakan, satu bulan kebutuhan BBM untuk PLTD Desa Komodo sekitar 3,5 ton. Sementara untuk cadangan harus dua bulan alias sekitar 7 ton BBM. " Pernah waktu itu cadangan hanya sebulan karena ombak sedang tinggi. Tidak bisa kirim BBM saat imlek karena hujan terus," kata dia.

Fadli mengatakan, dirinya sudah satu tahun menjaga PLTD di Desa Komodo dan ditemani 4 pekerja lainnya. Sehari-hari tidur di kontainer yang disulap menjadi kamar. "Kalau siang panas kalau tidur. Kalau malam saya nyalakan AC," ujar dia penuh semangat.

Asal tahu saja, lokasi PLTD Desa Komodo memang diberada di bibir pantai dan merupakan jalur lewat komodo. Alhasil, lokasi PLTD dikelilingi oleh tembok tinggi agar Komodo tidak masuk ke lokasi PLTD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia