Meneropong pendanaan BFI Finance



JAKARTA. Perusahaan pembiayaan mulai mempersiapkan kebutuhan pendanaan tahun depan. PT BFI Finance Indonesia Tbk baru saja menerbitkan obligasi guna mendukung kinerja pembiayaan hingga tahun depan.

Sudjono, Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk mengatakan, memasuki kuartal IV-2016, pihaknya mulai menyiapkan amunisi pendanaan guna mendukung kinerja pembiayaan. Saat ini 40% sokongan pendanaan BFI Finance berasal dari obligasi. Sisanya sebesar 60% masih ditopang oleh perbankan.

Menjelang tutup tahun ini, BFI menghelat penawaran umum berkelanjutan (PUB) III dengan total Rp 5 triliun. Adapun pada tahap pertama, obligasi yang ditawarkan BFI mencapai Rp 1 triliun.


"Obligasi BFI terdiri atas tiga seri. Seri A memiliki tenor satu tahun dengan kupon 8,1%. Seri B memiliki tenor empat tahun dengan kupon 8,8%. Sementara seri C memiliki tenor lima tahun dengan kupon 9,1%," jelas Sudjono kepada KONTAN.

Obligasi ini mengalami kelebihan permintaan sebanyak 1,6 kali. Namun, meski demikian, BFI tidak tergiur menyerap lebih banyak. Hingga akhir tahun, BFI menargetkan mencetak total booking hingga Rp 11,2 triliun.

Adapun target laba bersih perusahaan sebesar Rp 715 miliar. Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya berfokus menjaga dan memperbaiki tingkat NPF serta persiapan bisnis untuk tahun depan. Apabila NPF terjaga, maka pihaknya tidak perlu melakukan pencadangan yang besar, sehingga akan mendongkrak laba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini