Mengaku kecewa RUU Pilkada, SBY curhat di Youtube



JAKARTA. Mengaku kecewa dengan hasil voting RUU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) curhat di Youtube.

Dengan judul "Tanggapan SBY Atas Hasil Voting DPR RI Tentang RUU Pilkada", video itu diunggah pada 26 September 2014 dan telah ditonton oleh 15.879 orang pada Sabtu (27/9).

Dalam crhatannya, menurut SBY,  Partai Demokrat telah menyampaikan usul opsi pilkada langsung, namun dengan 10 persyaratan. Persyaratan itu seperti diketahui bersifat mutlak yang tidak boleh ditawar. Demokrat akan menyepakati pilkada langsung asal dilakukan dengan 10 perbaikan besar. Namun, 10 syarat tersebut, kata SBY, ditolak oleh semua fraksi.


SBY mengaku sempat diberitahu bahwa dalam rapat seolah-olah ada dukungan dari sejumlah fraksi atas usulan dari Demokrat. Tetapi SBY menyesalkan mengapa usulan itu tidak diwadahi dalam opsi.

"Di tingkat panja juga tidak tembus," katanya, Sabtu (27/9). Dengan penolakan itu maka DPR hanya mengajukan dua opsi untuk dipilih yaitu Pilkada langsung yang diusung PDIP dan sejumlah parpol, dan pilkada oleh DPRD yang diusung Koalisi Merah Putih.

SBY mengaku yakin, usulan Demokrat itulah yang terbaik. "Saya 10 tahun memimpin negeri ini, 10 tahun pula rakyat mengetahui, banyak sekali ekses, penyimpangan, hal-hal yang tidak benar kalau pilkada langsung tidak dilakukan perbaikan," katanya.

Menurutnya demokrasi Indonesia telah berkembang, sehingga kenapa harus mundur lagi dengan pemilihan lewat DPRD. Oleh karena itu SBY bilang Partai Demokrat maupun dia secara pribadi mengusulkan agar opsi pilkada langsung denga perbaikan dapat diterima. 

"Kenyataannya ditolak, saya kecewa dengan itu," katanya. Dengan dua opsi Pilkada langsung dan lewat DPRD, Demokrat menurutnya, berat untuk memilih. 

Menurutnya, tawaran Demokrat bisa menjadi opsi tersendiri. Atau kalau memang tidak sepakat usulan Demokrat, bisa diambil jalan tengah dengan digabungkan dengan opsi PDIP. 

Artinya opsi PDIP yang menginginkan pilkada langsung digabung dengan Demokrat yang juga memilih langsung dengan perbaikan-perbaikan besar. "Mestinya bisa disatukan tetapi proses politik ini tidak terjadi," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa