Mengapa Bumi Berputar? Ini yang Harus Anda Ketahui tentang Rotasi dan Dampaknya
Kamis, 08 Januari 2026 16:14 WIB
Penulis: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Mengapa Bumi berotasi? Inilah penjelasan dan akibat dari pergerakan Bumi pada sumbunya. Seperti yang kita ketahui bersama, semua planet yang ada di Tata Surya berputar pada porosnya atau dikenal dengan istilah rotasi. Begitu pula dengan Bumi, planet tempat kita tinggal ini juga berputar pada porosnya.
Menurut Wikipedia, rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya. Bumi berputar ke arah timur, atau jika dilihat dari utara, melawan arah jarum jam. Baca Juga: Catat! Ini Tanggal Fenomena Langit Supermoon di Tahun 2026
Tetapi mengapa Bumi berputar atau berotasi? Lebih lanjut, situs Cool Cosmos menjelaskan bahwa Bumi berputar karena pembentukannya. Tata Surya terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu ketika awan gas dan debu yang sangat besar mulai runtuh karena gravitasinya sendiri. Saat awan itu runtuh, ia mulai berputar. Sebagian material di dalam awan ini berkumpul menjadi pusaran dan akhirnya membentuk planet. Saat planet-planet terbentuk, mereka terus berputar. Ini mirip dengan apa yang Anda lihat ketika pemain seluncur es menarik lengan mereka dan berputar lebih cepat. Saat material berkumpul lebih rapat untuk membentuk planet, seperti Bumi, material tersebut berputar lebih cepat. Bumi terus berputar karena tidak ada gaya yang bekerja untuk menghentikannya. Baca Juga: Fenomena Astronomi Pekan ini ada Oposisi Jupiter, Apa itu? Berikut Penjelasannya Mengutip unggahan pada akun Kemendikbudristek via Instagram (@kemendikdasmen), ada beberapa dampak rotasi Bumi yang harus Anda ketahui. Berikut ini adalah beberapa dampak dari rotasi Bumi:
Perbedaan waktu
Penanggalan Internasional
Pergantian siang dan malam
Gerak semu Matahari
Mempengaruhi percepatan gravitasi
Apa yang terjadi jika Bumi tidak berputar? Putaran Bumi ini sangat penting bagi kehidupan. Menurut laman Howstuffworks, situs tersebut menjelaskan bahwa Merkurius berputar sangat lambat. Akibatnya, suhu bervariasi secara drastis. Pada siang hari, suhu dapat mencapai 430 derajat Celcius dan kemudian turun serendah -173 derajat Celcius pada malam hari. Hal ini juga penting untuk pasang surut laut. Tanpa pasang surut air harian, kemungkinan evolusi kehidupan kompleks di daratan akan terhambat signifikan. Jadi, para astronom percaya bahwa Bumi berputar karena seluruh Tata Surya sudah berputar ketika Bumi terbentuk. Baca Juga: Fenomena Astronomi Januari 2026: Supermoon, Hujan Meteor, dan Penampakan Planet Namun masih banyak pertanyaan tentang bagaimana putaran planet berubah seiring waktu, dan bagaimana putaran tersebut mempengaruhi evolusi kehidupan. Jika ditarik kesimpulan, Bumi pada dasarnya sudah berputar saat terbentuk. Planet yang kita huni ini akan terus berputar karena tidak ada gaya yang bekerja untuk menghentikannya. Akibatnya, kita dapat merasakan siang dan malam, gerak semu Matahari, hingga mempengaruhi percepatan gravitasi.