Mengapa Pelabuhan Fujairah Penting bagi Pasar Minyak Global?



KONTAN.CO.ID - Beberapa operasi pemuatan minyak di pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), dihentikan sementara setelah terjadi serangan drone dan kebakaran pada Sabtu (14/3/2026).

Pelabuhan ini menjadi sorotan karena perannya yang strategis bagi pasokan minyak dunia.

Baca Juga: Trump Bersumpah Bebaskan Selat Hormuz dari Iran, Minta Bantuan Kirim Kapal Perang


Peran Fujairah di Pasar Global

Fujairah adalah salah satu pusat utama pengisian bahan bakar kapal serta ekspor minyak mentah dan bahan bakar.

Tahun lalu, pelabuhan ini mengekspor rata-rata lebih dari 1,7 juta barel per hari, atau sekitar 1,7% dari permintaan minyak global harian, menurut data Kpler.

Pelabuhan ini berada di Teluk Oman, sekitar 70 mil laut dari Selat Hormuz. Selat ini nyaris tertutup akibat konflik di Iran, sehingga aliran minyak melalui Fujairah menjadi semakin penting bagi pasar global.

Selain itu, pada 2025, Fujairah menjual 7,4 juta meter kubik (sekitar 7,33 juta ton) bahan bakar laut, menjadikannya pelabuhan penyimpanan dan pengisian bahan bakar terbesar keempat di dunia setelah Singapura, Rotterdam, dan Zhoushan (China).

Baca Juga: Elon Musk Umumkan Proyek Terafab Tesla untuk Chip AI akan Diluncurkan dalam 7 Hari

Pentingnya Fujairah bagi UEA

UEA, yang sebelum perang memproduksi lebih dari 3,4 juta barel per hari, memiliki pipa 1,5 juta bph yang dapat mengalirkan minyak untuk menghindari Selat Hormuz.

Abu Dhabi Crude Oil Pipeline (ADCOP), atau pipa Habshan–Fujairah, mengangkut minyak dari ladang Abu Dhabi ke Fujairah.

Di pelabuhan ini, minyak UEA jenis Murban dimuat dan sebagian besar dijual ke negara Asia.

Dengan Selat Hormuz sebagian besar tertutup, gangguan signifikan di Fujairah dapat memaksa UEA, sebagai produsen minyak mentah terbesar ketiga OPEC, untuk mengurangi produksi lebih lanjut.

Baca Juga: Serangan Drone di Fujairah, Aktivitas Muat Minyak UAE Terganggu

Pengaruh ke Pasar Minyak dan Bahan Bakar

Fujairah memiliki kapasitas penyimpanan 18 juta meter kubik, menjadikannya salah satu pusat penyimpanan, pencampuran, dan distribusi minyak terbesar di dunia.

Proses blending di industri minyak dilakukan untuk mencampur berbagai komponen petroleum sehingga menghasilkan produk akhir seperti bensin dan bahan bakar kapal yang memenuhi standar tertentu.

Beberapa perusahaan penyimpanan global besar, seperti VTTI, Vitol, ADNOC, dan Vopak, beroperasi di pelabuhan ini.

Zona Industri Minyak Fujairah juga menjadi pusat penyimpanan komersial terbesar produk olahan di Timur Tengah.