KONTAN.CO.ID - Luana Lopes Lara, seorang mantan balerina profesional, resmi dinobatkan sebagai miliarder perempuan mandiri (self-made female billionaire) termuda di dunia pada usia 29 tahun. Pencapaian ini membawa namanya melampaui figur populer seperti Taylor Swift yang sebelumnya memegang status serupa. Keberhasilan Luana bukanlah hasil dari proses instan, melainkan buah dari disiplin tinggi yang berawal dari dunia seni tari sebelum akhirnya merambah industri teknologi dan keuangan di Amerika Serikat.
Transformasi dari Panggung Balet ke Industri Teknologi
Luana Lopes Lara menghabiskan masa mudanya dalam lingkungan balet yang sangat kompetitif. Ia mengenyam pendidikan tari klasik di sekolah yang berafiliasi dengan Bolshoi Theater di Brasil, sebuah institusi yang dikenal memiliki standar disiplin ekstrem. Pengalaman fisik dan mental selama menjalani latihan dari pagi hingga malam tersebut diakui Luana sebagai fondasi karakter tangguh dalam menghadapi tekanan di dunia bisnis. Meski aktif sebagai penari, Luana memiliki ketertarikan akademik yang kuat pada bidang sains dan matematika. Ketertarikan ini akhirnya mendorongnya mengambil keputusan besar untuk meninggalkan karier balet profesional di Eropa. Ia kemudian melanjutkan studi ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT), tempat di mana visi bisnisnya mulai terbentuk. Di kampus tersebut, Luana bertemu dengan Tarek Mansour yang kemudian menjadi rekan pendiri Kalshi. Keduanya mengeksplorasi potensi pasar prediksi (prediction market), sebuah platform yang memungkinkan pengguna melakukan perdagangan kontrak berdasarkan probabilitas kejadian di masa depan, mulai dari isu ekonomi hingga peta politik.Tantangan Regulasi dan Pertumbuhan Kalshi
Perjalanan membangun Kalshi tidak berjalan mulus sejak awal berdiri pada tahun 2019. Sebagai inovasi produk keuangan baru, Kalshi menghadapi hambatan besar dari sisi regulasi. Luana dan timnya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meyakinkan otoritas keuangan mengenai legalitas dan model bisnis mereka. Mengutip laporan Yahoo Finance, titik balik perusahaan terjadi ketika Kalshi akhirnya mengantongi izin resmi sebagai bursa kontrak dari otoritas terkait di Amerika Serikat. Persetujuan ini menjadi katalis utama bagi pertumbuhan perusahaan secara legal dan berkelanjutan. Beberapa faktor kunci yang mendorong pertumbuhan pesat Kalshi antara lain:- Peningkatan Volume Transaksi: Aktivitas perdagangan di platform ini melonjak signifikan hingga menyentuh skala miliaran dolar dalam hitungan minggu.
- Pendanaan Strategis: Kalshi berhasil mengamankan pendanaan terbaru senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 16,86 triliun (asumsi kurs Rp 16.861 per US$).
- Lonjakan Valuasi: Suntikan modal tersebut mendorong valuasi perusahaan mencapai angka US$ 11 miliar atau sekitar Rp 185,47 triliun.