Mengekor Emas Dunia, Harga Emas Antam Hari Ini Melejit Rp 22.000



MOMSMONEY.ID - Harga emas Antam naik tajam hari ini, Sabtu (2/3). Harga emas di dalam negeri melesat mengekor penguatan harga emas dunia pada Jumat.

Mengutip logammulia.com, hari ini, emas Antam pecahan 1 gram naik sebesar Rp 22.000 dibandingkan harga kemarin menjadi Rp 1,164 juta. Dengan kenaikan tajam hari ini, maka akumulasi kenaikan harga emas Antam sepekan ini mencapai Rp 28.000.

Hanya, harga beli kembali atawa harga buyback emas Antam hari ini stagnan di harga kemarin, yaitu Rp 1,057 juta per gram. Ini adalah patokan harga kalau Moms menjual emas Antam pada hari ini. 


Meski begitu selama seminggu ini, harga buyback secara akumulasi masih naik 29.000 per gram. 

Kenaikan harga emas Antam sepekan ini sejalan dengan harga emas dunia yang melejit. Menurut data Bloomberg, kemarin (1/3), harga emas spot ditutup naik US$ 38,62 atau setara dengan 1,9% dibandingkan hari sebelumnya menjadi US$ 2.082,92 per troi ons. Ini adalah harga tertingginya dalam sembilan minggu terakhir.

Dus, dalam seminggu ini, harga emas spot telah menanjak sebesar 2,3%.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik hingga Siang Ini, Buyback Emas Antam Stagnan

Mengutip Bloomberg, harga emas naik dipicu menguatnya spekulasi mengenai kemungkinan penurunan suku bunga pada akhir tahun ini. Spekulasi ini didukung rilis data aktivitas pabrik di negara Uncle Sam yang mengecewakan dan penurunan sentimen konsumen. 

Ukuran aktivitas pabrik menyusut dengan laju yang lebih cepat pada Februari. Artinya, sektor manufaktur sedang berjuang untuk mendapatkan momentum. Di sisi lain, sentimen konsumen AS pada Februari jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir, karena pandangan ekonomi diperkiraan memburuk.

Tanda-tanda melemahnya ekonomi AS memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserves (Fed) perlu menurunkan biaya pinjaman untuk menopang perekonomian. Nah, suku bunga yang lebih rendah biasanya berdampak baik bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas akan bergerak ke US$ 2.300 atau lebih tinggi setelah ada kepastian lebih mengenai waktu dan besaran pivot Fed yang tertunda," prediksi Bart Melek, Kepala strategi komoditas global di TD Securities, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (2/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini