Mengenal 7 Jenis Pagar Rumah Berdasarkan Materialnya, Apa Saja Ya?



MOMSMONEY.ID - Pagar merupakan hal pertama yang dilihat dari sebuah rumah, sehingga tampilannya harus serasi dengan eksterior rumah. Tidak hanya berfungsi mempercantik rumah, pagar juga berfungsi untuk melindungi rumah dari gangguan luar serta memberikan privasi.

Dilihat dari bahan penyusunnya, pagar rumah memiliki jenis atau tipe yang berbeda-beda. Ada pagar kayu, beton, besi, hingga pagar tanaman. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan penampilan rumah Anda.

Nah, jika Anda sedang mencari referensi soal jenis pagar rumah apa yang biasanya digunakan, simak artikel ini. Dilansir dari gharpedia.com, berikut beberapa jenis pagar rumah yang umum digunakan.


Baca Juga: Mengenal Elemen Taman Bergaya English Cottage, Cocok untuk Rumah Klasik

Pagar kayu

Pagar kayu merupakan jenis pagar yang cukup populer di negara-negara Barat seperti Amerika dan Kanada. Pagar jenis ini banyak digemari karena terlihat natural dan ramah lingkungan, serta memberikan kesan rumah yang hangat. Bentuk pagar kayu pun bermacam-macam.

Namun, kekurangan pagar kayu adalah rentan mengalami kerusakan karena faktor alam, seperti serangan rayap atau perubahan suhu udara yang ekstrim. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan cairan anti rayap dan cat pelapis yang bisa melindungi pagar kayu dari gangguan luar.

Pagar besi dan baja ringan

Kedua jenis pagar ini sama-sama merupakan pagar berbahan logam dan umumnya digunakan untuk ornamen rumah minimalis, namun memiliki perbedaan yang cukup kentara.

Misalnya, pagar besi cenderung lebih berat dan perlu perawatan yang teliti karena mudah berkarat dan keropos, namun cukup terjangkau. Sedangkan pagar baja ringan cenderung lebih ringan dan tidak mudah berkarat, tapi harga bahan ini cenderung mahal.

Pagar batu bata

Pagar yang terbuat dari susunan batu bata dapat memberikan kesan yang tradisional dan klasik. Penggunaan pagar batu bata pun masih cukup populer.

Keuntungan dari jenis pagar rumah yang satu ini adalah fleksibel dan dapat dibangun sesuai dengan desain yang diinginkan. Pagar batu bata juga cenderung tahan terhadap api dan cuaca ekstrim. Namun, pagar seperti ini dapat memakan ruang di lahan rumah Anda serta sulit dipindah-pindahkan.

Baca Juga: Di Mana Sebaiknya Meletakkan Tanaman Hias di Rumah? Ini Jawabannya

Pagar beton

Selain pagar batu bata, pagar beton juga merupakan pilihan pagar yang kuat dan tahan lama. Berbeda dengan pagar batu bata, pagar beton dibuat dengan cara membuat rangka pagar, kemudian dicor dengan beton.

Pagar beton termasuk jenis pagar yang mudah perawatannya. Selain itu, pagar beton juga tahan terhadap gangguan seperti api, rayap, cuaca, dan tidak mudah rusak. Namun, pagar beton cukup berat dan biaya pemasangannya tidak murah.

Pagar batu alam

Jika Anda ingin menampilkan kesan alami dan rustic di bagian depan rumah Anda, pagar batu alam bisa menjadi jawabannya. Selain terlihat cantik, pagar ini juga kuat dan tahan lama karena terbuat dari batu. Perawatannya pun mudah.

Namun, batu alam merupakan bahan yang cukup sulit didapat, apalagi jika Anda tinggal di daerah perkotaan. Umumnya, pagar batu alam banyak digunakan di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Jadi, jika kebetulan pagar batu Anda mengalami kerusakan, mencari bahan pengganti akan cenderung lebih sulit.

Baca Juga: Mudah Kotor, Ini 6 Tips Menjaga Kebersihan Dapur Serba Putih

Pagar tanaman (semak-semak)

Jika Anda memiliki taman atau kebun di halaman depan rumah, pagar tanaman bisa menjadi pilihan yang baik untuk mempercantik halaman. Jika dirawat dengan baik, pagar tanaman yang rimbun bisa memberikan kesan segar dan alami.

Namun, pagar ini membutuhkan perawatan yang sedikit ekstra. Anda harus rajin-rajin menyirami, memupuk, dan memangkas pagar tanaman dalam jangka waktu tertentu. Jika tidak, pagar tanaman Anda bisa mati atau tumbuh sembarangan sehingga mengganggu estetika rumah.

Pagar bambu

Terakhir, ada pagar bambu yang banyak digunakan di daerah pedesaan. Pagar bambu banyak digunakan karena murah dan bahannya mudah didapatkan, serta ramah lingkungan. Warna dan bentuk bambu yang beragam pun akan memberikan kesan natural yang estetik.

Namun, sama seperti kayu, pagar bambu rentan mengalami kerusakan karena faktor alam seperti air dan cuaca. Jadi, Anda perlu memberi perawatan ekstra seperti melapisi bambu dengan lapisan pelindung atau cat.

Nah, itulah beberapa jenis pagar rumah yang wajib Anda ketahui. Bagaimana, sekarang sudah lebih paham tentang jenis-jenis pagar rumah, kan?

Semoga artikel ini berguna bagi Anda, ya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Kania Paramahita