KONTAN.CO.ID - CEO baru Boeing, Kelly Ortberg, memikul tanggung jawab besar saat menginjakkan kaki di Beijing bersama Presiden Donald Trump. Lawatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan momen penentu masa depan finansial raksasa dirgantara AS tersebut setelah vakum pesanan besar dari China selama hampir satu dekade. Berdasarkan laporan Reuters, Ortberg secara terbuka menyatakan bahwa Boeing sangat mengandalkan dukungan pemerintahan Trump untuk membuka kembali pasar China.
Rekam Jejak Industri yang Panjang
Mengutip informasi dari situs resmi Boeing, Kelly Ortberg bukan orang baru di dunia aviasi. Ia memulai kariernya pada 1983 sebagai insinyur di Texas Instruments sebelum menghabiskan lebih dari tiga dekade di Rockwell Collins. Di sana, ia naik jabatan secara konsisten dari manajer program hingga menjadi Chairman, Presiden, dan CEO perusahaan tersebut. Ortberg dikenal sebagai pemimpin yang sangat berorientasi pada hasil dan teknis. Berdasarkan profil alumni dari University of Iowa, ia memainkan peran kunci dalam menavigasi integrasi sistem avionik canggih untuk berbagai platform dirgantara global. Pengalaman kepemimpinannya di Collins Aerospace memberikan pondasi kuat baginya untuk menavigasi krisis kepercayaan yang saat ini dihadapi Boeing. Berikut adalah detail latar belakang dan kualifikasi Kelly Ortberg:- Nama Lengkap: Robert Kelly Ortberg
- Tempat Lahir: Dubuque, Iowa
- Pendidikan: S1 Teknik Mesin dari University of Iowa
- Jabatan Utama: CEO Boeing (sejak Agustus 2024)
- Pengalaman Kunci: Memimpin merger Rockwell Collins dengan United Technologies dan mengelola operasional sistem kedirgantaraan yang kompleks.
Detail Negosiasi di China
- Target Pesanan: Mengamankan kontrak 500 unit pesawat lorong tunggal (737 MAX) dan puluhan pesawat berbadan lebar.
- Kolaborasi Mesin: Memastikan integrasi mesin buatan GE Aerospace untuk pesanan pesawat baru tersebut.
- Layanan Purnajual: Memperluas kerja sama teknis dan pusat pemeliharaan Boeing di wilayah China daratan.