KONTAN.CO.ID - Persaingan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) global memasuki babak baru yang semakin sengit. Anthropic, perusahaan rintisan AI terkemuka, secara resmi telah mengajukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) secara rahasia di Amerika Serikat. Langkah strategis ini tidak hanya mengejutkan pelaku pasar, tetapi juga berhasil mendahului rival utamanya, OpenAI, dalam perlombaan menuju pasar modal publik.
Profil dan Rekam Jejak Dario Amodei
Di balik kesuksesan masif Anthropic, terdapat sosok pemimpin visioner bernama Dario Amodei. Pria yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Anthropic ini merupakan mantan ilmuwan dan peneliti senior di OpenAI yang memilih hengkang demi membangun visi teknologi AI yang lebih aman, terarah, dan tepercaya. Melansir dari laman resmi profil organisasi Anthropic, Dario Amodei mendirikan perusahaan ini pada tahun 2021 bersama saudara perempuannya, Daniela Amodei, setelah melihat adanya kebutuhan mendesak akan pengembangan AI yang mengutamakan keselamatan sistem. Sebelum mendirikan Anthropic, Dario Amodei memegang posisi penting sebagai Vice President of Research di OpenAI, di mana dirinya memimpin tim pengembangan model bahasa besar generasi awal.Latar Belakang Akademis CEO Anthropic
Latar belakang akademis Dario Amodei sangat solid di bidang sains dan teknologi. Berdasarkan dokumen biografi resmi yang dirilis oleh Princeton University, Dario Amodei merupakan lulusan doktor atau Ph.D. di bidang fisika dari universitas tersebut. Sebelum meraih gelar doktor, ia menyelesaikan pendidikan sarjana untuk program S1 Fisika di Stanford University Rekam jejak akademisnya berfokus pada jaringan saraf biologis dan komputasi, yang kemudian menjadi landasan kuat bagi dirinya dalam mengembangkan arsitektur kecerdasan buatan modern seperti Claude Code.Valuasi Fantastis dan Dukungan Investor Wall Street
Di bawah kepemimpinan Dario Amodei, Anthropic tumbuh menjadi raksasa baru yang mengancam dominasi para pemain lama di Silicon Valley. Mengutip informasi dari Reuters, aksi korporasi ini akan menjadi ujian awal bagi minat investor publik terhadap sektor AI yang selama ini telah mendorong valuasi pasar privat ke angka yang sangat fantastis. Pada putaran pendanaan terakhir di akhir Mei, Anthropic berhasil menggalang dana segar dan mencatatkan nilai valuasi pasca-uang mencapai US$965 miliar atau setara Rp17.246,43 triliun. Tonton: Ketika Asing Berburu Saham Emas di Tengah Ketidakpastian Global Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan valuasi pada bulan Februari yang berada di angka US$380 miliar atau setara Rp6.791,36 triliun, saat perusahaan meraup dana US$30 miliar atau setara Rp536,16 triliun. Pertumbuhan nilai korporasi yang dipimpin oleh Dario Amodei ini berhasil menarik perhatian dan kucuran investasi dari konglomerat keuangan Wall Street serta raksasa Silicon Valley. Beberapa investor besar yang menyuntikkan modal ke Anthropic meliputi:- Blackstone
- Brookfield
- D1 Capital Partners
- GIC
- General Catalyst
- Insight Partners