Mengenal fintech yang baru saja diakuisisi Gojek secara mahal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) sudah menyampaikan pemberitahuan atas akuisisi Moka Technology Solutions Pte Ltd pada 9 April 2020. Menurut pemberitaan Bloomberg pada Desember 2019, akuisisi bernilai US$ 120 juta atau lebih dari Rp 1,4 triliun jika menggunakan kurs saat itu.

Mahal karena startup penyedia layanan kasir digital ini sudah berhasil di sektor bisnisnya. Startup teknologi finansial (fintech) yang dirintis sejak 2015 sudah banyak dimanfaatkan para pengusaha UMKM di Indonesia.

Dalam wawancara konferensi pers 30 Januari 2020, MOKA klaim sudah dipercaya oleh lebih dari 30.000 merchant pengguna yang tersebar di 200 kota dan kabupaten di Indonesia.


Baca Juga: Sah, Gojek resmi akuisisi Moka

Haryanto Tanjo, CEO dan Co Founder Moka menyatakan, melalui Moka Capital sudah membantu merchant dalam menjalankan usahanya hingga mampu berkontribusi sejumlah Rp 21,6 triliun untuk perekonomian Indonesia 2019.

Moka juga telah menyalurkan lebih dari Rp 40 Miliar untuk permodalan usaha UKM di Indonesia. Sedangkan penerimaan transaksi mobile payment melalui platform Moka telah mencapai Rp 1,1 triliun sepanjang 2019.

Moka saat ini memiliki fitur atau produk selain POS, seperti Moka Mobile Payment, Moka Capital , Moka Fresh dan Moka Connect. "Moka Fresh jadi merchant bisa beli bahan baku disitu," kata Haryanto di konferensi pers tersebut.

Baca Juga: Selain Moka, ini beberapa akuisisi yang telah dilakukan Gojek

Sebelum diakuisisi Gojek, Moka juga menjadi incaran banyak pemodal asing. Tahun 2016, Moka mendapat pendanaan seri A dari perusahaan modal ventura East Ventures. Beberapa pemodal lain, seperti Convergence Ventures, Pegasus Tech Ventures, Northstar Group, dan Wavemaker Partners juga berpartisipasi dalam pendanaan tersebut.

Pada September 2018, Moka mengumumkan pendanaan seri B senilai US$ 24 juta dari Sequoia Capital India. Diikuti juga oleh investor baru diantaranya Softbank Korea, EDBI, EV Growth sekaligus investor terdahulu, seperti Mandiri Capital, Convergence, dan Pegasus Tech Ventures.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto