Mengenal Kisah Wonderwall, Lagu Oasis yang Kini Identik dengan Timnas Inggris



KONTAN.CO.ID - Lagu Wonderwall milik Oasis menjadi fenomena tersendiri selama Piala Dunia 2026.

Meski bukan lagu resmi Timnas Inggris maupun lagu resmi turnamen, karya yang dirilis pada 1995 itu kini selalu menggema di stadion setiap kali The Three Lions meraih kemenangan.

Mengutip Billboard, tradisi tersebut muncul secara spontan setelah Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka fase grup di Dallas.


Seusai pertandingan, para pemain menghampiri tribun suporter untuk mengucapkan terima kasih. Saat itulah lagu Wonderwall diputar melalui pengeras suara stadion dan ribuan pendukung Inggris langsung bernyanyi bersama para pemain.

Momen yang awalnya terjadi tanpa direncanakan itu kemudian terus berulang setelah setiap kemenangan Inggris.

Menjadi Tradisi Baru

Menurut laporan BBC, kapten Inggris Harry Kane mengaku momen bernyanyi bersama para suporter setelah pertandingan menjadi salah satu pengalaman favoritnya selama membela tim nasional.

Mantan kiper Inggris Joe Hart juga menilai tradisi tersebut memiliki makna yang lebih dalam.

Hart mengatakan momen itu membuat para pemain dapat melepaskan sejenak tekanan sebagai atlet profesional dan menikmati kebersamaan dengan para pendukung.

Baca Juga: Era Baru Timnas Prancis Dimulai, Zidane Siap Gantikan Deschamps

Mengapa Wonderwall Begitu Melekat dengan Timnas Inggris?

Tidak seperti Three Lions, World in Motion, atau Vindaloo yang memang diciptakan sebagai lagu sepak bola, Wonderwall sama sekali tidak memiliki lirik yang membahas olahraga.

Namun, menurut BBC, justru hal itu yang membuat lagu tersebut mudah diterima oleh banyak orang. Penulis dan penyiar PJ Harrison menilai lirik Wonderwall cukup terbuka untuk dimaknai sesuai pengalaman masing-masing pendengar.

Ia menjelaskan, ketika lagu itu diputar setelah kemenangan pertama Inggris, ribuan suporter langsung larut dalam suasana emosional.

Sejak saat itu, Wonderwall memperoleh makna baru sebagai simbol kebersamaan antara pemain dan pendukung.

Pendapat serupa juga disampaikan penulis musik John Robb kepada BBC. Menurutnya, Wonderwall merupakan lagu yang ideal untuk sepak bola karena mampu memadukan nuansa haru sekaligus euforia.

Ia menilai menjadi suporter sepak bola berarti selalu hidup di antara harapan dan kecemasan.

Emosi tersebut, menurut Robb, tercermin dalam karakter lagu Wonderwall yang terdengar melankolis sekaligus membangkitkan semangat.

Baca Juga: Apa Arti Football's Coming Home? Asal-usul Chant Ikonik Pendukung Timnas Inggris

Popularitas Wonderwall Ikut Melonjak

Mengutip Billboard, Wonderwall sempat menempati peringkat kedua dalam tangga lagu global Spotify, hanya kalah dari lagu tema resmi Piala Dunia 2026.

Lagu tersebut juga kembali merangkak naik di tangga lagu Inggris setelah bertahun-tahun sejak pertama kali dirilis.

Billboard juga melaporkan bahwa berbagai video perayaan Timnas Inggris yang diiringi Wonderwall membanjiri TikTok, Instagram, hingga media sosial X. Lonjakan tersebut ikut meningkatkan jumlah streaming lagu itu di berbagai negara.

Pencipta lagu, Noel Gallagher, menyambut fenomena tersebut dengan positif. Ia mengatakan bahwa Wonderwall kini telah menjadi milik masyarakat dan momen kebersamaan antara pemain serta suporter terasa sangat istimewa.

Sementara itu, Liam Gallagher beberapa kali menunjukkan dukungannya kepada Timnas Inggris melalui media sosial. Seusai kemenangan Inggris di babak perempat final, vokalis Oasis tersebut kembali menulis pesan singkat, "Ayo Inggris, ayo Wonderwall."

Baca Juga: Rekor Gila Argentina di Semifinal Piala Dunia Berlanjut usai Singkirkan Inggris  

Gaji Kepala Daerah Rp6 Juta, Biaya Pilkada Fantastis Tito Ungkap Kenapa Banyak yang Berakhir di KPK
© 2026 Konten oleh Kontan
TAG: