KONTAN.CO.ID - Jakarta. Darah merupakan salah satu bagian penting pada kehidupan kita. Jika dilihat langsung, darah hanya berupa cairan berwarna merah yang keluar jika kita mengalami luka. Padahal di dalam darah terdapat beberapa komponen yang memiliki fungsinya masing-masing. Fungsi darah yang paling utama adalah sebagai "alat transportasi". Darah membawa oksigen dari paru-paru dan menyalurkannya ke seluruh tubuh. Darah juga berperan dalam mengangkut beragam nutrisi dan hormon.
Selain nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan tubuh, darah juga mengangkut residu atau zat yang tidak terpakai oleh tubuh. Zat-zat tersebut dibawa dan kemudian di saring oleh hati dan ginjal.
Baca Juga: Cara Daftar MyPertamina di subsiditepat.mypertamina.id Buat Beli Pertalite dan Solar Komponen dari darah tersebut baru bisa kita lihat melalui mikroskop karena berukuran sangat kecil. Apa saja komponen pembentuk darah? Melansir dari
Hermatology.org, komponen atau komposisi darah manusia terdiri plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah.
Plasma darah
Komponen darah ini berbentuk cairan bening layaknya air dan bersifat cair. Plasma darag mengandung 90 persen air dan 10 zat-zat lainnya seperti zat makanan dan mineral, enzim hingga antibodi, protein darah, zat hasil metabolisme, dan gas-gas respirasi. Fungsi dari plasma darah, mengutip dari Buku Biologi Paket C Kemendikbud Ristek, yakni:
- Mengangkut sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan
- Membersihkan tekanan osmotik darah
- Mengangkut sari makanan ke sel-sel tubuh
- Menghasilkan antibodi atau zat kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Sel darah merah
Sel darah merah atau eritrosit merupakan sel darah yang paling banyak yaitu sebanyak 4-5 juta/milimeter kubik. Jumlah ini berbeda antara orang dewasa dengan anak-anak dan laki-laki atau perempuan. Umur eritrosit berkisar antara 100-120 hari. Jika sel darah merah sudah tua, sel-sel tersebut akan dirombak oleh sel-sel fagosit yang terdapat di dalam hati. Komponen darah ini memiliki bentuk bulat dan cekung di bagian tengahnya. Eritrosit mengandung protein yang biasa disebut hemoglobin.
Hemoglobin (Hb) membuat sel darah merah memiliki warna merah. Hb berfungsi untuk membawa oksigen dan sebagian karbon dioksida.
Baca Juga: Cara Beli Minyak Goreng Murah Lewat PeduliLindungi dan KTP, Per Liternya Rp 14.000! Saat eritrosit dirombak, sebagian besar kandungan besi pada Hb akan digunakan kembali. Sisa dari molekul ini akan dipecah menjadi pigmen empedu dan dieksresi hati ke dalam empedu. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang belakang. Fungsi utama dari sel darah merah adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh dan membawa karbondioksida ke paru-paru.