KONTAN.CO.ID - Mengenal mata uang Peso Filipina, sejarah, hingga nulai tukar terhadap rupiah. Mata uang negara lain di wilayah Asia Tenggara tentu wajib diketahui oleh masyarakat Indonesia sebagai pengetahuan umum. Salah satu negara tetangga yang berbatasan di wilayah Utara Indonesia adalah Filipina. Negara ini memiliki Mata uang resmi dengan nama peso Filipina, dengan kode internasional PHP dan simbol ₱. Dalam bahasa Filipina disebut "piso", sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "peso". Satu peso terbagi menjadi 100 senimo (centavos).
Sejarah Mata Uang Peso Filipina
Merangkum dari laman Bangko Sentral ng Pilipinas, ada beberapa informasi sejarah perkembangan mata uang Peso berikut. 1. Masa Pra-Kolonial dan Kolonial Spanyol Sebelum kedatangan bangsa Eropa, masyarakat Filipina menggunakan sistem barter dan barang-barang seperti emas, kerang, dan manik-manik sebagai alat tukar. Ketika Spanyol menjajah Filipina pada abad ke-16, real Spanyol dan peso fuerte mulai diperkenalkan. Pada masa itu, peso Spanyol-Meksiko yang terbuat dari perak beredar luas di Asia Tenggara dan dikenal luas sebagai alat tukar internasional. 2. Peso Fuerte dan Awal Mata Uang Lokal (1852) Bank pertama di Filipina, El Banco Español Filipino de Isabel II, didirikan pada tahun 1851 dan mulai mencetak uang kertas yang disebut peso fuerte sebagai mata uang lokal pertama. Nilainya setara dengan real Spanyol dan dipakai secara luas sampai akhir abad ke-19. 3. Masa Pendudukan Amerika (1898–1946) Setelah Filipina berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat, dollar Filipina diperkenalkan dan dipatok nilainya terhadap dollar AS. Pemerintah kolonial Amerika mendirikan Bureau of Printing yang mencetak mata uang baru. Bentuk dan desainnya mencerminkan dominasi AS, dan dolar Filipina menjadi alat pembayaran sah selama masa itu. Baca Juga: Pasokan Domestik Tersendat, Impor Nikel dari Filipina Berpotensi Melonjak 4. Masa Pendudukan Jepang (1942–1945) Pada masa Perang Dunia II, Jepang mencetak mata uang pendudukan sendiri yang disebut sebagai “Mickey Mouse Money” oleh warga Filipina karena inflasinya yang sangat tinggi dan nilainya cepat jatuh. Banyak masyarakat tidak mempercayai mata uang ini dan kembali melakukan barter. 5. Masa Kemerdekaan (1946 – sekarang) Setelah merdeka dari Amerika Serikat pada tahun 1946, Filipina mulai mencetak mata uangnya sendiri yang dinamakan peso Filipina (PHP). Pada tahun 1949, dibentuk Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) sebagai bank sentral resmi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter dan penerbitan uang. Baca Juga: Impor Nikel Filipina Berpotensi Melonjak, Ini PenyebabnyaPerkembangan Modern Peso Filipina
1. Desain dan Seri Mata Uang- Seri Pilipino (1969): Menampilkan tokoh-tokoh pahlawan nasional.
- Seri New Design (1985–2010): Menampilkan desain lebih modern dan warna mencolok.
- Seri New Generation Currency (NGC) (2010–sekarang): Menggunakan fitur keamanan canggih, desain vertikal pada uang logam baru, dan penyesuaian warna dan ukuran.
- Uang logam tersedia dalam pecahan: 1, 5, 10 pesos dan centavo (sen) seperti 25 dan 50 centavos.
- Uang kertas beredar dalam pecahan: 20, 50, 100, 200, 500, dan 1.000 peso.