KONTAN.CO.ID - Program Artemis adalah upaya besar Amerika Serikat melalui NASA untuk mengirimkan kembali astronot ke Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo. Melalui misi ini, NASA juga membawa tugas berat untuk membangun pangkalan permanen di satelit alami Bumi tersebut. Dari segi politik, program ini sangat penting bagi Amerika Serikat untuk mempertahankan kepemimpinan di luar angkasa di tengah persaingan ketat dengan China.
Merangkum laporan
Reuters, berikut adalah catatan perjalanan dan tonggak penting program Artemis dari masa ke masa, hingga rencana peluncurannya pada April 2026 nanti.
Baca Juga: Perang Siber Memanas: Direktur FBI Kash Patel Kena Retas Kelompok Iran 2017-2018: Awal Kebangkitan Program
Pada masa pemerintahan pertama Presiden Donald Trump, NASA diminta untuk mengalihkan fokus dari Mars kembali ke Bulan. Fondasi utamanya adalah roket
Space Launch System (SLS) dan kapsul kru Orion. Proyek raksasa ini melibatkan perusahaan besar seperti Boeing untuk roket, Northrop Grumman untuk pendorong, dan Lockheed Martin yang membangun wahana antariksa Orion.
2019: Target Ambisius 2024
Pemerintah AS menetapkan target tinggi, yaitu mendaratkan astronot di Bulan pada 2024. Meskipun nama "Artemis" baru diresmikan beberapa bulan kemudian, NASA sudah merancang tiga tahap misi utama: Artemis I (uji coba tanpa awak), Artemis II (terbang melewati Bulan dengan awak), dan Artemis III (pendaratan di permukaan).
Baca Juga: CEO Freeport LNG Michael Smith: Perang Iran Bisa Gagalkan Proyek Gas Baru di AS 2020-2021: Tantangan Teknis dan Pandemi
Artemis menghadapi kendala teknis, pembengkakan biaya, hingga gangguan akibat pandemi COVID-19 pada periode ini. Akibatnya, jadwal peluncuran roket SLS mulai bergeser. NASA akhirnya memilih Starship milik SpaceX sebagai kendaraan pendarat Bulan pertama, meski target 2024 mulai terasa sulit dicapai.
2022: Misi Artemis I Sukses
Pada November 2022, tonggak sejarah pertama tercapai. NASA sukses meluncurkan Artemis I tanpa awak. Wahana Orion menempuh perjalanan 25 hari mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi. Misi ini sangat penting untuk menguji navigasi jarak jauh, komunikasi, dan ketahanan pelindung panas Orion saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.
Baca Juga: Elon Musk Siapkan Gebrakan IPO SpaceX, Porsi Investor Ritel Capai 30% 2023-2024: Perubahan Strategi
Setelah perselisihan hukum yang panjang, Blue Origin milik Jeff Bezos akhirnya menyusul SpaceX sebagai penyedia kendaraan pendarat Bulan kedua bagi NASA. Di bawah pemerintahan Joe Biden, jadwal pendaratan manusia pertama di Bulan digeser ke tahun 2027. Pada periode ini pula, NASA mengumumkan empat nama astronot untuk misi Artemis II, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Kanada. Ini akan menjadi perjalanan manusia pertama menuju Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972.
2026: Berjalan di Bawah Kepemimpinan Baru
Memasuki tahun 2026, Administrator NASA Jared Isaacman melakukan perombakan besar-besaran. Rencana membangun stasiun luar angkasa di orbit Bulan (
Lunar Gateway) dibatalkan. Sejak saat itu pula, fokus dialihkan sepenuhnya untuk membangun pangkalan permanen langsung di permukaan Bulan. Isaacman juga menambahkan satu misi berawak ekstra sebelum pendaratan dilakukan. Tujuannya adalah untuk melatih tim di darat dan astronot dalam operasi ruang angkasa dalam sebelum benar-benar mendarat di permukaan.
Baca Juga: Bos Narkoba Korea Ditangkap, Kendalikan Jaringan dari Penjara Filipina April 2026: Peluncuran Misi Berawak Artemis II
Bulan April 2026 menjadi momen yang sangat dinanti. NASA dijadwalkan meluncurkan misi Artemis II. Selama sekitar 10 hari, empat astronot akan terbang mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Perjalanan ini akan membawa manusia lebih jauh dari Bumi dibandingkan penerbangan mana pun dalam sejarah, sekaligus menguji sistem pendukung kehidupan Orion sebelum misi pendaratan yang sesungguhnya.
Akhir Dekade Ini: Pendaratan Manusia di Bulan
Target akhir dari program Artemis adalah mengembalikan manusia ke permukaan Bulan menggunakan pendarat komersial.
Saat ini, SpaceX dan Blue Origin sedang berlomba menyelesaikan kendaraan pendarat mereka. Siapa pun yang selesai lebih dulu akan digunakan oleh kru Artemis untuk melakukan perjalanan bersejarah berjalan di permukaan Bulan. Program ini diyakini akan menjadi batu loncatan menuju misi ke planet Mars.
Baca Juga: Trump Galang Koalisi Amankan Selat Hormuz, Harga Minyak Tergelincir Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News