Mengenal Wolf Moon dan Penampakan Perdana Supermoon di Awal Tahun 2026
Sabtu, 03 Januari 2026 09:35 WIB
Penulis: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Wolf Moon, Supermoon perdana di awal tahun 2026. Ketahui tentang Wolf Moon dan fenomena astronomi yang membuat penampakan Bulan terlihat lebih terang dan ukurannya tampak lebih besar dari biasanya. Memasuki awal tahun 2026, pengamat langit dapat menantikan pemandangan langit yang menarik untuk dinantikan. Pemandangan yang dimaksud adalah kemunculan Supermoon yang bertepatan dengan Wolf Moon.
Fase Bulan Purnama pada awal Januari 2026 ini terkenal dengan sebutan Wolf Moon. Baca Juga: Ilusi Bulan: Penjelasan Mengapa Bulan Tampak Besar di Cakrawala Mengutip laman Timeanddate, sebutan Wolf Moon ini diambil dari aktivitas serigala yang aktif pada awal tahun. Serigala biasanya akan melolong pada momen ini sebagai cara untuk berkomunikasi. Ini merupakan cara mereka untuk mengatakan keberadaannya kepada anggota kawanan lainnya atau menjauh dari penyusup. Tidak ada indikasi bahwa fase Bulan ini memainkan peran khusus dalam suara serigala, tetapi serigala itu sendiri memang hewan nokturnal. Dengan kata lain, mereka umumnya lebih aktif di malam hari. Serigala juga melolong ke arah langit agar suara dapat terdengar lebih jauh.
Penamaan Wolf Moon atau Bulan Serigala ini diperkirakan berasal dari Celtic dan Inggris Kuno, yang dibawa ke Amerika Utara oleh para pemukim Eropa. Adapun nama-nama Celtic lainnya untuk Bulan Purnama pada Januari, termasuk Stay Home Moon dan Quiet Moon. Baca Juga: Jadwal Fase Bulan Januari 2026: Amati Supermoon Awal Tahun Sementara dalam beberapa budaya penduduk asli Amerika, disebut Severe Moon atau Center Moon. Dalam budaya Anglo-Saxon, Bulan Purnama Januari juga disebut sebagai Bulan setelah Yule. Yule (atau Juul) adalah festival titik balik Matahari musim dingin kuno yang biasanya dirayakan sekitar tanggal 21 Desember. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Wolf Moon pada awal tahun ini bertepatan dengan Supermoon. Baca Juga: Fenomena Astrnomi Januari 2026: Supermoon, Hujan Meteor, dan Penampakan Planet Mengutip laman Space, Bulan Purnama akan mencapai fase penuhnya saat mendekati perigee (titik terdekat dengan Bumi) dalam orbitnya selama 27 hari sehingga menghasilkan Supermoon yang spektakuler. Menurut NASA, Bulan 30% lebih terang dan 14% lebih besar dari penampakan Bulan Purnama terkecil dalam setahun. Apakah Supermoon bisa disaksikan di wilayah Indonesia, dan kapan? Menurut laman Timeanddate, Wolf Moon akan muncul pada 3 Januari 2026 pukul 17:02 WIB berdasarkan zona waktu di Indonesia. Karena penampakannya yang terliaht lebih terang dan lebih besar, pengamat bisa memantau Supermoon ini tanpa perlengkapan tambahan. Anda dapat memantau ke arah langit menggunakan mata telanjang untuk melihat penampakan Supermoon ini.