Menghitung Potensi Dividen Trans Power Marine (TPMA)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) optimistis bisa menjaga kinerja positif hingga tutup 2023. Emiten transportasi logistik ini menargetkan laba bersih bisa tumbuh double digit.

Menilik laporan keuangan per 30 September 2023, TPMA membukukan pendapatan sebesar US$ 48,03 juta. Ini tumbuh 5,27% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari US$ 45,62 juta.

Rinciannya, pendapatan dari segmen tunda dan tongkang berkontribusi US$ 35,13 juta per kuartal III-2023. Segmen floating crane menyumbang US$ 12,89 juta.


Beban langsung TPMA terpantau menyusut 1,62% secara tahunan menjadi US$ 30,70 juta. Pos ini mencapai US$ 31,21 juta per kuartal III-2023.

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk TPMA mencapai US$ 13,15 juta. Nilai itu melonjak 37,14% YoY dari US$ 9,59 juta.

Baca Juga: Trans Power Marine (TPMA) Kantongi Laba Bersih US$ 13,15 Juta Hingga Kuartal III-2023

Direktur Trans Power Marine Rudy Sutiono menyampaikan dengan raihan per kuartal III-2023, pihaknya akan terus mempertahankan kinerja yang telah dicapai hingga tutup tahun ini.

Asal tahu saja, TPMA menargetkan pendapatan dan laba bersih masing-masing bisa tumbuh sebesar 30% hingga 40% di sepanjang 2023.

"Untuk itu, Trans Power Marine akan memberikan pelayanan yang maksimal, merawat vessel hingga meningkatkan kemampuan personel," kata Rudy kepada Kontan, Senin (6/11).

TPMA telah menyiapkan anggaran senilai US$ 40 juta untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) untuk tahun 2024 yang akan digunakan untuk pembelian kapal baru.

Rudy menjelaskan hingga kuartal III-202, TPMA telah memiliki dua set kapal baru. Untuk satu set tug and barge membutuhkan dana sekitar US$ 3,5 juta.

 
TPMA Chart by TradingView

"Kemungkinan di awal tahun depan TPMA akan kedatangan ada kapal baru," jelas dia.

Bagi Dividen Interim

Sebagai pemanis bagi pemegang saham, TPMA akan membagikan dividen interim sebesar Rp 78,99 miliar. Nantinya setiap pemegang saham akan memperoleh Rp 30.

Rudy mengatakan pembagian dividen interim telah mendapatkan persetujuan dari dewan komisaris sambil mempertimbangkan posisi keuangan TPMA.

"Kondisi cash flow TPMA yang sangat baik menjadi pertimbangan untuk dapat berbagi bersama para investor yang telah mendukung kami," tuturnya.

Adapun pembagian dividen ini akan dibayarkan pada 5 Desember 2023. Sementara itu, recording date jatuh pada 16 November 2023.

Baca Juga: Trans Power Marine (TPMA) Tebar Dividen Rp 78,99 Miliar

Investment Analyst Stockbit Arvin Lienardi menuturkan aksi korporasi ini cukup di luar dugaan, mengingat TPMA tidak pernah membagikan dividen interim sebelumnya.

Dari sisi kinerja, TPMA berhasil mempertahankan pertumbuhan yang solid sepanjang 2023. Menurutnya, bisnis logistik masih menjanjikan seiring dengan kondisi undersupply kapal.

Stockbit Sekuritas memproyeksikan, laba bersih TPMA mencapai US$ 18,1 juta. Dengan asumsi dividen payout ratio sebesar 60%, dividen TPMA mencapai Rp 65 per saham.

"Dengan asumsi payout ratio sebesar 60% dan annualized EPS di Rp 104, dividend yield TPMA untuk 2023 dapat mencapai 9,6%," jelas Arvin.

Arvin menghitung dengan asumsi P/E ratio di atas 10 kali dan laba bersih annualized 2023, TPMA berpotensi diperdagangkan pada Rp 1.040 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari