Mengintip Ekspansi AI Alibaba dari Dana Segar US$10,2 Miliar



KONTAN.CO.ID – HONG KONG. Alibaba menggalang dana hingga US$10,2 miliar atau sekitar HK$80 miliar melalui penempatan saham. Dana tersebut akan diarahkan untuk memperbesar kapasitas perusahaan dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Mengutip laporan Reuters (23/8), Alibaba menyatakan seluruh dana bersih hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk investasi AI secara menyeluruh atau full stack. Artinya, dana tidak hanya digunakan untuk pengembangan model AI, tetapi juga membangun infrastruktur yang menopang teknologi tersebut.

Salah satu fokusnya adalah pengembangan cip yang dibutuhkan untuk menjalankan dan melatih model AI. Alibaba juga akan mengalokasikan dana untuk memperbesar kapasitas komputasi dan infrastruktur pusat data, termasuk infrastruktur cloud yang mendukung kebutuhan AI.


Selain itu, dana hasil penggalangan modal akan digunakan untuk pengembangan serta penerapan model-model AI. Investasi ini diperlukan agar Alibaba dapat meningkatkan kemampuan layanan AI sekaligus memenuhi permintaan komputasi yang terus meningkat.

Kebutuhan dana untuk ekspansi tersebut cukup besar. Alibaba sebelumnya menyebut telah menggunakan hampir separuh dari rencana belanja modal tiga tahun untuk pengembangan AI dan bisnis terkait. Tingginya belanja ini turut menekan kinerja laba perusahaan.

Pada kuartal April-Juni 2026, laba bersih Alibaba turun 75% secara tahunan. Penurunan tersebut terjadi ketika perusahaan meningkatkan belanja modal untuk memperluas kapasitas AI dan cloud.

Meski menelan investasi besar, Alibaba melihat peluang pertumbuhan dari bisnis AI. Perusahaan memperkirakan periode pengembalian investasi AI dapat dipangkas menjadi 2,5 tahun dari sebelumnya tiga tahun, seiring meningkatnya permintaan.

Chief Executive Officer Alibaba Eddie Wu mengatakan, perusahaan perlu membangun kapasitas komputasi terlebih dahulu agar dapat menangkap pertumbuhan bisnis AI pada masa mendatang.

Penggalangan dana Alibaba juga mencerminkan besarnya kebutuhan modal perusahaan teknologi untuk mengejar perkembangan AI. Investasi tidak lagi sebatas pengembangan aplikasi atau model, tetapi mencakup chip, pusat data, kapasitas komputasi dan infrastruktur cloud.

Dengan dana US$10,2 miliar tersebut, Alibaba memiliki ruang lebih besar untuk mempercepat pembangunan ekosistem AI sekaligus memperkuat posisi bisnis cloud dan AI di tengah persaingan teknologi global.