Mengintip Kinerja Instrumen Investasi Sepanjang 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aset kripto masih jadi kelas aset yang paling dominan sepanjang tahun ini. Kendati begitu, instrumen investasi konvensional juga tak mau kalah saing dan mencatatkan kinerja yang solid (lihat tabel).

Portofolio

Akhir 2020


30 Desember 2021

Return ytd (%)

Binance Coin ($ per BNB)

38,14

520,94

1.265,86%

Ethereum ($ per ETH)

734,01

3.713,63

405,94%

Bitcoin ($ per BTC)

26.997

47.076,27

74,38%

Obligasi korporasi (INDOBex Corporate Bond)

333,07

367,97

10,48%

IHSG

5.979

6.581

10,08%

Obligasi pemerintah (INDOBeX Government Bond)

309,05

326,19

5,55%

Dolar AS

14.050

14.270

1,57%

Poundsterling

19.202

19.195

-0,04%

Dolar Singapura

10.629

10.534

-0,89%

Emas Spot (US$ per ons troi)

1.898

1.799,63

-5,18%

Emas Berjangka Februari 2022 (US$ per ons troi)

1.899

1.800

-5,21%

Euro

17.284

16.120

-6,73%

Yen

136,23

123,9

-9,05%

Emas Antam (Rp per gram)

965.000

828.000 (buyback)

-14,20%

Presiden Komisioner HFX International  Berjangka Sutopo Widodo menerangkan, kenaikan inflasi pada kuartal ketiga dan keempat telah mendorong risk-off pada pasar mata uang, sehingga likuiditas kebanyakan mengalir ke aset saham dan aset kripto. Selain itu, perkembangan teknologi masing-masing aset kripto sepanjang tahun ini juga menjadi pendorong penguatan harganya. 

“Kinerja aset kripto ke depan masih akan terus membaik seiring dengan outlook ekonomi global yang juga semakin membaik. Persaingan aset kripto semakin kompetitif dan perkembangan teknologi dan nilai use and case akan membuat industri ini semakin berkembang,” ujar Sutopo. 

Baca Juga: Tahun 2021 Paling Liar Bagi Cryptocurrency, Rekor Bitcoin Hingga Tindakan Keras China

Dia meyakini, ketiga aset kripto dengan kapitalisasi pasar atau market cap terbesar, yakni Bitcoin, Ethereum, dan Binance Coin masih akan menjadi yang teratas untuk tahun depan. Bitcoin sebagai induk aset kripto masih akan menjadi incaran karena punya fundamental yang lebih solid. 

Namun, tidak menutup kemungkinan, ketika nilai sudah terlalu mahal akan menjadikan aset berkurang daya tariknya, sehingga spekulan lebih cenderung mencari harga aset yang lebih murah dalam tujuan investasi jangka pendek. Tapi untuk jangka panjang, Bitcoin masih jadi aset terbaik

Sementara Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi menyebut bahwa berbagai kinerja instrumen investasi konvensional tersebut sudah cukup ideal karena setidaknya mendekat dengan target awal tahun. Ia mencontohkan kinerja IHSG yang bisa mencapai level dua digit padahal sempat anjlok akibat ledakan kasus Covid-19.

“Pada pertengahan tahun, IHSG sempat drop akibat Covid-19, tapi untungnya kinerjanya bisa membaik dan ditutup mencapai 10% pada akhir tahun ini, inline dengan target di awak tahun,” kata Reza kepada Kontan.co.id, Kamis (30/12).

Baca Juga: Dekati Ujung Tahun, Harga Bitcoin, Dogecoin, Shiba Inu Terus Melorot

Editor: Wahyu T.Rahmawati