Mengintip Peluang January Effect di Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah berakhirnya Santa Claus Rally di bulan Desember 2021 lalu dan saat itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,73%, di bulan ini tren January Effect tengah dicermati pelaku pasar. 

Dalam laporan mingguannya yang dirilis Senin (10/1), Infovesta Utama menyebut fenomena January Effect tersebut membantu kenaikan harga saham seiring dengan optimisme awal tahun dengan banyaknya pembelian saham yang sudah dijual pada akhir tahun dan alokasi investasi bonus akhir tahun. 

Hanya saja, January effect tidak terjadi tiap tahunnya. Berikut merupakan tabel return di bulan Januari dari indeks acuan selama 10 tahun terakhir. 


Periode

IHSG 1 Bulan (%)

LQ45 1 Bulan (%)

IDX30 1 Bulan (%)

31-Jan-11

-7.95%

-9.60%

-

31-Jan-12

3.13%

2.77%

-

31-Jan-13

3.17%

3.57%

3.77%

30-Jan-14

3.38%

4.31%

4.89%

30-Jan-15

1.19%

1.50%

1.68%

29-Jan-16

1.00%

1.54%

1.51%

31-Jan-17

-0.05%

-0.82%

-0.54%

31-Jan-18

3.93%

2.44%

1.72%

31-Jan-19

5.46%

5.72%

5.55%

31-Jan-20

-5.71%

-5.17%

-4.86%

29-Jan-21

-1.95%

-2.45%

-3.12%

Dari tabel di atas, tampak January Effect tidak selalu terjadi, terutama dalam 2 tahun terakhir. Kenaikan kasus covid-19 melalui varian Omicron yang tengah mengalami kenaikan baik di dunia maupun dalam negeri, menambah kekhawatiran terhadap potensi terjadinya seasonality trend tersebut. 

“Walau demikian, ekonomi yang berangsur pulih, otoritas pembuat kebijakan yang prudent dan varian Omicron yang cukup mild, memberikan harapan terhadap terjadinya January Effect di 2022,” tulis Infovesta Utama dalam risetnya.

Baca Juga: Wake Up Call: Strategi Investasi Favorit Lo Kheng Hong

Selain IHSG, potensi January Effect juga terbuka bagi indeks-indeks acuan lainnya seperti LQ45, dan IDX30. Hal tersebut tentu saja menguntungkan bagi investor karena dapat berinvestasi pada indeks-indeks tersebut dengan membeli reksa dana indeks maupun produk Exchange Traded Fund (ETF). 

Infovesta Utama menilai, di tengah pergerakan sektor saham yang fluktuatif dan dapat berotasi secara cepat seperti yang terjadi pada tahun 2021 yang lalu, investasi pada reksadana indeks maupun ETF yang langsung meniru kinerja indeks secara keseluruhan dapat menjadi alternatif menarik bagi investor.    

Baca Juga: IHSG Menghijau, Reksadana Saham Jadi Jawara dalam Sepekan Terakhir

Periode

IHSG 1 Bulan (%)

LQ45 1 Bulan (%)

IDX30 1 Bulan (%)

31-Jan-11

-7.95%

-9.60%

-

31-Jan-12

3.13%

2.77%

-

31-Jan-13

3.17%

3.57%

3.77%

30-Jan-14

3.38%

4.31%

4.89%

30-Jan-15

1.19%

1.50%

1.68%

29-Jan-16

1.00%

1.54%

1.51%

31-Jan-17

-0.05%

-0.82%

-0.54%

31-Jan-18

3.93%

2.44%

1.72%

31-Jan-19

5.46%

5.72%

5.55%

31-Jan-20

-5.71%

-5.17%

-4.86%

29-Jan-21

-1.95%

-2.45%

-3.12%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat