KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek harga emas tetap positif pada tahun 2025. Meski begitu, harganya diperkirakan akan bergerak sideways untuk jangka pendek lantaran menantikan kebijakan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas bergerak stabil di US$ 2.706 per ons troi atau naik 0,22% pada Senin (20/1) pukul 18.51 WIB. Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf mengatakan bahwa dalam jangka pendek masih ada ketidakpastian, menantikan pidato Trump pasca pelantikan pada dini hari nanti.
Baca Juga: Intip Prospek Harga Emas Jelang Pilpres AS "Pasar berupaya memahami arah kebijakannya yang bisa mempengaruhi prospek investasi dan keputusan suku bunga the Fed," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (20/1). Di sisi lain, pekan lalu data-data inflasi di AS menunjukkan perlambatan, baik dari indeks harga produksi dan indeks harga konsumen AS. Alhasil, anggota dewan gubernur Fed Christopher Waller menyatakan inflasi yang terus turun memberi peluang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga. Dengan campuran sentimen tersebut, Alwi menilai investor cenderung wait and see. Meski begitu, prospek emas diperkirakan tetap positif. Baca Juga: Prospek Harga Emas Mengkilap, Kapan Waktunya Masuk? Dengan asumsi kebijakan tarif diterapkan sehingga memicu perang dagang, maka dolar AS akan kuat. Di sisi lain, terdapat potensi perlambatan ekonomi global sehingga investor cenderung mencari aset safe haven, yakni emas sehingga bisa mendorong harga. "Namun kenaikan harga cenderung lambat karena inflasi akan naik dan akan menekan peluang pemangkasan suku bunga the Fed," sebutnya.