KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan jasa keuangan memperluas penerapan prinsip keberlanjutan. Ini dilakukan tidak hanya melalui kinerja bisnis, tetapi juga dengan memberikan dampak sosial dan lingkungan kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian upaya perusahaan keuangan memperkuat agenda
environmental, social, and governance (ESG), di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan. Salah satu contohnya dilakukan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia melalui program
Adopt Village, yang dilaksanakandi Kampung Cigaok Tengah, Bogor, Jawa Barat.
Program yang dimulai sejak 2025 tersebut diperluas untuk memberikan akses air bersih kepada lebih dari 3.000 warga. Program tersebut juga mencakup edukasi kesehatan, literasi keuangan, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Manulife menyatakan, program ini bukan hanya menyediakan akses air bersih ke masyarakat, tapi juga mendorong masyarakat terlihat menjaga dan mengembangkan manfaat dari program ini. "Ketika masyarakat ikut memiliki, mengembangkan, dan menjaga manfaatnya, di situ kemandirian komunitas mulai terbentuk," ujar Apriliani Siregar, Direktur Manulife Indonesia, dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).
Baca Juga: Ini Tantangan Industri LKM Seimbangkan Tingkat Inklusi dengan Literasi Dalam pelaksanaannya, Manulife menggandeng sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Dompet Dhuafa Social Enterprise, Rumah Sakit Mayapada Bogor, Pemerintah Desa Wargajaya, tokoh masyarakat, komunitas setempat, dan mitra strategis. Manulife menilai persoalan akses air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan di Indonesia. Mengutip data WHO melalui World Bank Open Data, pada 2024 baru sekitar 30% penduduk Indonesia yang menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman. Sementara itu, data UNICEF Indonesia menunjukkan hanya 30,45% rumah tangga memiliki akses terhadap air minum aman dan 10,30% terhadap sanitasi aman. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aspek lingkungan dan sosial dalam agenda keberlanjutan dapat bersinggungan langsung dengan persoalan pembangunan yang dihadapi masyarakat. Bagi perusahaan keuangan, pendekatan seperti ini juga menjadi perluasan penerapan prinsip ESG, dari sekadar pengelolaan risiko dan investasi berkelanjutan menjadi program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Langkah Manulife tersebut menunjukkan salah satu bentuk pendekatan ESG yang dapat dilakukan perusahaan jasa keuangan. Manulife mengaitkan program
Adopt Village dengan
Manulife Longevity Institute, platform global yang berfokus pada riset, pemikiran strategis, inovasi, advokasi, dan investasi komunitas untuk mendorong masyarakat hidup lebih panjang, sehat, dan aman secara finansial.
Baca Juga: LinkAja Catatkan Pertumbuhan Kinerja pada Semester I-2026 Manulife Longevity Institute juga menjadi bagian dari strategi
Impact Agenda Manulife. Institut tersebut didukung komitmen pendanaan sebesar US$ 350 juta dan berfokus antara lain pada perpanjangan masa hidup sehat serta penguatan ketahanan finansial masyarakat. Bagi industri keuangan, penerapan ESG menjadi semakin relevan karena aktivitas perusahaan tidak hanya berdampak melalui kegiatan operasionalnya sendiri, tetapi juga melalui produk, investasi, pembiayaan, dan hubungan dengan nasabah serta masyarakat. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News