Mengintip Strategi MDIY Jaga Pertumbuhan Bisnis pada Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) menjalankan sejumlah strategi untuk dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja di tengah kondisi pasar ritel yang cukup dinamis. Hasilnya, MDIY tetap mampu meraih kinerja yang solid di awal 2026.

Sebagaimana diketahui, sektor ritel  dihadapkan pada kondisi pasar yang cukup dinamis. Peritel harus menerima tekanan rantai pasok dan kenaikan harga bahan baku imbas isu perang tarif, ketegangan di Timur Tengah dan potensi pelambatan ekonomi global.

MDIY tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun pada kuartal I-2026, atau tumbuh 31% secara tahunan (yoy). 


Direktur MDIY Rika Juniaty Tanzil mengatakan, pihaknya mengaku optitimistis dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang 2026. Perusahaan saat ini berada dalam posisi yang kuat untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. 

Baca Juga: Midea Bangun Pabrik Kulkas Baru di Karawang, Target Produksi 2 Juta Unit per Tahun

“Kami melihat lanskap yang tetap penuh peluang meski dinamika makro menghadirkan tantangan tersendiri,” ujar Rika, dalam keterangannya, Selasa (26/5). 

Perusahaan memiliki “jurus jitu” dalam menavigasi bisnis di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Jurus ini bertumpu pada komitmen untuk memberikan nilai tambah kepada konsumen dengan mempertahankan harga melalui “Harga Tetap Sama”.  

Menurutnya, komitmen ini cukup ambisius di tengah berbagai tantangan biaya operasional dan rantai pasok global, termasuk harga energi yang diproyeksikan naik 24% sampai akhir 2026, kenaikan harga bahan baku plastik hingga 80%-100%, serta volatilitas nilai tukar rupiah. 

“Pada momen ini, umumnya peritel justru cenderung menaikan harga, namun MDIY  memilih arah yang berlawanan. Keberanian perusahaan mengambil langkah ini bukan tanpa dasar, fondasi perusahaan dinilai cukup solid untuk menjalankan komitmen mempertahankan harga,” paparnya. 

Hal ini bisa terlihat dari laba bersih yang dibukukan perusahaan sepanjang kuartal I 2026 yang  tumbuh 35,5% YoY menjadi Rp306,5 miliar. Pengelolaan biaya yang disiplin turut menjaga gearing ratio di level 0,3x, cerminan neraca yang sehat. 

Ia melanjutkan, kemampuan perusahaan dalam menahan tekanan juga terefleksi dari jaringan lebih dari 1.300 toko di seluruh Indonesia sehingga dapat menciptakan efisiensi rantai pasok yang tidak mudah direplikasi. 

Selain itu, leverage negosiasi dengan pemasok dalam volume besar, jaringan distribusi yang efisien, dan model bisnis berbasis volume juga memungkinkan perusahaan menyerap tekanan biaya secara struktural.  

“Kemampuan MDIY menghadirkan “Harga Tetap Sama” ditopang dengan ketahanan operasional yang solid, seiring kinerja positif perusahaan sepanjang Q1 2026,” jelasnya. 

Terkait  keberlanjutan dari komitmen “Harga Tetap Sama”, Rika menyebut perusahaan akan terus mencermati serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan. 

Bagi Rika hal terpenting dari komitmen ini adalah menjaga kepercayaan dengan menunjukkan bahwa MDIY berdiri di sisi konsumen di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. 

“Kami tentunya akan terus mengamati dan memantau dinamika ekonomi ke depannya dengan seksama. Namun perlu kami tekankan bahwa dalam setiap pertimbangan inovasi, aspek keterjangkauan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. 

Baca Juga: SDPC Perluas Gudang dan Tambah Cabang Baru, Bidik Pendapatan Rp 5 Triliun Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News