Menguat 1,39% Pekan Ini, Berikut Vitamin yang Membuat Rupiah Berotot



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,28% ke level Rp 14.705 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (17/3). Ini membuat rupiah menguat 1,39% dalam sepekan terakhir.

Sementara, rupiah kurs Jisdor BI menguat 0,85% ke Rp 14.666 per dolar AS pada hari ini. Kurs rupiah Jisdor menguat 1,85% dalam sepekan, mengingat pada minggu lalu ada di angka Rp 14.943 per dolar AS.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan imbal hasil obligasi AS.


“Hal itu yang membuat likuiditas dolar AS berkurang,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (14/4).

Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 1,85% Sepekan ke Rp 14.666 per Dolar AS Hingga Jumat (14/4)

Selain itu, inflasi yang lebih landai dari perkiraan membuat The Fed diprediksi hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan bulan Mei mendatang.

“The Fed juga diperkirakan akan selesai menaikkan suku bunga setelahnya,” paparnya.

Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah menguat cukup besar pada minggu ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Data ekonomi Indonesia yang kuat pekan ini, yaitu indeks kepercayaan konsumen (IKK) dan penjualan ritel tercatat lebih baik dari perkiraan.

Sementara, dolar AS sepekan ini juga melemah, karena tertekan oleh data harga konsumen dan produsen yang melambat lebih besar dari perkiraan.

“Kemudian, The Fed juga bersikap dovish dalam risalah pertemuan FOMC. Hal ini membuat ekspektasi tingkat suku bunga The Fed menurun,” ujarnya kepada Kontan, Juamt (14/4).

Sutopo memprediksi, rupiah bergerak menguat pada pembukaan pasar di pekan depan (17/4) pada rentang Rp 14.650 – Rp 14.750 per dolar AS.

Sementara, Lukman memproyeksikan, rupiah akan menguat pada hari Senin dalam rentang harga Rp 14.650 – Rp 14.800 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah Menguat 1,39% Sepekan ke Rp 14.705 per Dolar AS, Jumat (14/4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat