KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas menguji level tertinggi baru melanjutkan pergerakan di atas level US$ 2.400 yang terjadi sejak Jumat (17/5). Senin (20/5) pukul 6.13 WIB, harga emas spot menguat 0,15% ke US$ 2.418,85 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas spot menguat 3,53%. Penguatan terutama terjadi pada perdagangan Jumat (17/5) yang mencapai 1,61% dalam sehari dan 1,18% pada perdagangan Rabu (15/5). Sedangkan harga emas kontrak Juni 2024 di Commodity Exchange pagi ini menguat 0,23% ke US$ 2.423 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas berjangka ini melesat 3,41%.
Tak cuma harga emas, harga perak bahkan mencapai level tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Harga logam lain yang juga melesat adalah tembaga. Penguatan harga tembaga turut mengangkat perak yang juga dianggap sebagai llogam industri, terutama digunakan untuk panel surya. "Ada tiga hal yang memengaruhi harga komoditas, suplai, demand, dan momentum harga dan perak memiliki ketiga hal itu," kata Phil Streible, chief market strategist Blue Line Futures kepada Bloomberg. Pagi ini, harga perak turun tipis 0,32% ke US$ 31,39 per ons troi dari US$ 31,49 per ons troi pada Jumat (17/5) yang merupakan level tertinggi dalam 11 tahun. Baca Juga: Cetak Rekor Lagi, Harga Emas Semakin Bersinar Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong mengatakan, harga emas naik dipengaruhi oleh meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga acuan The Fed. Hal tersebut menyusul pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang relatif dovish disertai data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan Selain itu, stimulus China juga secara tidak langsung mendongkrak harga emas sebagai negara pembeli logam industri dan emas terbesar di dunia. Pasar terangkat setelah China mengumumkan langkah-langkah bersejarah untuk menstabilkan sektor properti yang terkena krisis.