KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Ambisi National Basketball Association alias NBA menembus Eropa bukan sekadar ekspansi liga, melainkan pertaruhan besar di ranah investasi olahraga. Di atas kertas, peluangnya tampak menggiurkan: klub basket di kota-kota besar Eropa dengan valuasi hingga US$1 miliar. Namun di balik janji “aset premium”, tersimpan tanda tanya besar soal kelayakan bisnisnya. Bagi investor, terutama pemilik klub sepak bola Eropa, proposal NBA ini ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, mereka melihat potensi kenaikan nilai aset dari brand global NBA yang telah terbukti piawai memonetisasi kompetisi. Di sisi lain, mereka dihadapkan pada realitas pahit: industri basket Eropa selama ini bukan ladang keuntungan. Melansir Bloomberg (10/4), Sebagian besar klub basket di Benua Biru masih merugi, bahkan ketika bernaung di bawah raksasa sepak bola seperti Real Madrid dan Bayern Munich. Artinya, masuk ke NBA Europe bukan hanya soal membeli klub, tetapi juga kesiapan menanggung kerugian di fase awal.
Mengukur Daya Tarik Investasi Liga Basket Eropa Versi NBA
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Ambisi National Basketball Association alias NBA menembus Eropa bukan sekadar ekspansi liga, melainkan pertaruhan besar di ranah investasi olahraga. Di atas kertas, peluangnya tampak menggiurkan: klub basket di kota-kota besar Eropa dengan valuasi hingga US$1 miliar. Namun di balik janji “aset premium”, tersimpan tanda tanya besar soal kelayakan bisnisnya. Bagi investor, terutama pemilik klub sepak bola Eropa, proposal NBA ini ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, mereka melihat potensi kenaikan nilai aset dari brand global NBA yang telah terbukti piawai memonetisasi kompetisi. Di sisi lain, mereka dihadapkan pada realitas pahit: industri basket Eropa selama ini bukan ladang keuntungan. Melansir Bloomberg (10/4), Sebagian besar klub basket di Benua Biru masih merugi, bahkan ketika bernaung di bawah raksasa sepak bola seperti Real Madrid dan Bayern Munich. Artinya, masuk ke NBA Europe bukan hanya soal membeli klub, tetapi juga kesiapan menanggung kerugian di fase awal.
TAG: