Menhaj Beberkan Skenario Keberangkatan Ibadah Haji di Tengah Konflik Timur Tengah



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi komprehensif terkait penyelenggaraan ibadah haji 2026 di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.

Gus Irfan menjelaskan, kebijakan yang disusun mengacu pada prinsip kehati-hatian dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri, maskapai penerbangan, serta otoritas internasional, guna memastikan kesiapan transportasi dan keamanan.


Baca Juga: Ada Libur Panjang Lebaran 2026, Ini Jadwal Operasional BI Di Hari Raya Idulfitri

Skenario keberangkatan haji

Terkait keberangkatan, pemerintah mempertimbangkan agar ibadah haji tetap berlangsung meski di tengah situasi konflik.

Namun, hal ini bergantung pada keputusan Arab Saudi untuk tetap membuka penyelenggaraan haji dan kesiapan Indonesia memberangkatkan jemaah dengan risiko tinggi.

“Dalam skenario ini, Kementerian Luar Negeri perlu melakukan mitigasi jalur udara, dengan opsi pengalihan rute penerbangan menjauhi zona konflik, seperti Irak, Suriah, Iran, Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar,” jelas Gus Irfan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Jakarta, Selasa (11/3/2026).

Pengalihan rute direncanakan melalui jalur selatan, melintasi Samudera Hindia dan memasuki ruang udara Afrika Timur, atau jalur aman lainnya.

Koordinasi intensif dengan Arab Saudi menjadi kunci untuk menjamin keselamatan di zona penerbangan tersebut.

Baca Juga: APBN Dibayangi Dampak Kenaikan Minyak, Ekonom Desak Realokasi Anggaran

Dampak pengalihan rute

Gus Irfan menekankan, pengalihan jalur penerbangan akan menambah durasi perjalanan. Pesawat dengan jangkauan terbatas mungkin harus melakukan pendaratan teknis di negara ketiga. Akibatnya, biaya penerbangan jemaah berpotensi meningkat.

“Seperti yang saya sampaikan, hal ini berpotensi menambah biaya penerbangan karena penambahan jarak dan waktu tempuh akibat perubahan rute,” ujarnya.

Selain itu, skenario lain yang disiapkan adalah penyesuaian slot time penerbangan, agar proses keberangkatan dan kepulangan jemaah tetap tepat waktu sesuai jadwal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News