Menhan AS Wajibkan Tes Testosteron Tahunan bagi Prajurit Usia 30 Tahun ke Atas



KONTAN.CO.ID - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan pemeriksaan kadar testosteron setiap tahun bagi personel militer berusia 30 tahun ke atas.

Langkah ini disebut bertujuan mendeteksi defisiensi testosteron yang dapat memengaruhi kesehatan dan kesiapan bertugas prajurit.

Baca Juga: Pakistan Dorong Regulasi Kripto Berbasis Syariah, Fokus pada Aset Riil


Mengutip Reuters, Rabu (15/7/2026), Hegseth mengatakan hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar pemberian terapi pengganti testosteron (testosterone replacement therapy/TRT) bagi personel yang didiagnosis memiliki kadar hormon rendah.

"Tujuannya adalah memastikan Anda memiliki kadar testosteron yang tepat agar dapat menjalankan tugas dengan kemampuan terbaik," kata Hegseth dalam pesan video.

Menurutnya, secara ilmiah telah diketahui bahwa kadar testosteron cenderung menurun secara alami seiring bertambahnya usia.

Program pemeriksaan ini akan menjadi bagian dari tes kesehatan tahunan bagi seluruh personel militer yang berusia 30 tahun atau lebih.

Meski demikian, anggota militer yang didiagnosis mengalami kadar testosteron rendah tetap memiliki hak untuk memutuskan secara sukarela apakah akan menjalani terapi pengganti hormon yang direkomendasikan.

Baca Juga: Bursa Korsel Jatuh 7% Kamis (16/7), Saham Chip Tertekan dan BOK Naikkan Suku Bunga

Sementara itu, personel yang berusia di bawah 30 tahun tetap dapat mengajukan permintaan untuk menjalani pemeriksaan testosteron apabila menginginkannya.

Kebijakan tersebut diumumkan di tengah langkah Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (Department of Health and Human Services/HHS) yang mulai melonggarkan sejumlah pembatasan terkait terapi pengganti testosteron.

Bulan lalu, HHS menyatakan akan mengupayakan pencabutan pembatasan penggunaan terapi tersebut bagi pria yang mengalami penurunan kadar testosteron akibat proses penuaan.

Namun, pengumuman Hegseth memicu kritik dari Partai Demokrat karena dinilai bertolak belakang dengan kebijakannya yang melarang individu transgender bertugas di militer AS.

Kelompok tersebut selama ini kerap bergantung pada terapi hormon sebagai bagian dari perawatan medis.

"Jadi sekarang kalian mendukung layanan perawatan yang menegaskan identitas gender (gender-affirming care)?" kata anggota DPR dari Partai Demokrat, Summer Lee.

Senator Demokrat Tammy Duckworth juga menyindir kebijakan tersebut.

"Menurut saya, itu terdengar seperti gender-affirming care," ujarnya.