JAKARTA. Departemen Kehutanan (Dephut) akan meminta persetujuan DPR untuk memanfaatkan semua dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kehutanan sebesar Rp 2,8 triliun untuk merehabilitasi areal kritis. Dengan dana itu diharapkan sekitar 500.000 hektare lahan krisis akan terselamatkan mulai tahun 2010. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyampaikan permintaan itu karena saat ini dana rehabilitasi yang dialokasikan Anggaran Pendapatan dan Penerimaan Negara (APBN) tidak mencukupi. “Kita akan yakinkan DPR untuk mengizinkan penggunaan dana dari PNBP kehutanan. Kalau bisa, kita pinjam dulu pakai sistem kasbon. Kalau nanti sudah jalan, bisa di bayar,” kata Menhut di Jakarta, kemarin (16/10). Ia mengungkapkan, saat ini dana yang tersedia untuk merehabilitasi lahan hanya Rp 500 miliaran. Dana sejumlah itu belum cukup untuk merehabilitasi 500.000 hektare yang ditargetkan Dephut. “Gimana caranya supaya program rehabilitasi jalan terus, apalagi kita targetkan 2 juta hektare rehabilitasi lahan kritis,” katanya.
Menhut Minta Gunakan dana PNBP untuk Reboisasi
JAKARTA. Departemen Kehutanan (Dephut) akan meminta persetujuan DPR untuk memanfaatkan semua dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kehutanan sebesar Rp 2,8 triliun untuk merehabilitasi areal kritis. Dengan dana itu diharapkan sekitar 500.000 hektare lahan krisis akan terselamatkan mulai tahun 2010. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyampaikan permintaan itu karena saat ini dana rehabilitasi yang dialokasikan Anggaran Pendapatan dan Penerimaan Negara (APBN) tidak mencukupi. “Kita akan yakinkan DPR untuk mengizinkan penggunaan dana dari PNBP kehutanan. Kalau bisa, kita pinjam dulu pakai sistem kasbon. Kalau nanti sudah jalan, bisa di bayar,” kata Menhut di Jakarta, kemarin (16/10). Ia mengungkapkan, saat ini dana yang tersedia untuk merehabilitasi lahan hanya Rp 500 miliaran. Dana sejumlah itu belum cukup untuk merehabilitasi 500.000 hektare yang ditargetkan Dephut. “Gimana caranya supaya program rehabilitasi jalan terus, apalagi kita targetkan 2 juta hektare rehabilitasi lahan kritis,” katanya.