Kalau suatu waktu Anda sedang jalan-jalan bersama keluarga atau rekan Anda dan tidak bisa memutuskan apakah lebih enak bersantai di kafe atau makan di restoran, cobalah sambangi restoran Seroeni di Plaza Senayan. Di tempat ini, Anda bisa mendapatkan suasana dan makanan ala kafe, sekaligus juga makanan restoran. Menurut Ivan Setiawan Tan, Presiden Direktur PT Lavali Internasional Food Empire, pengelola restoran Seroeni, restoran ini pada dasarnya mengadopsi konsep oriental. Restoran yang pertama kali buka di Semarang ini tidak sekadar menampilkan suasana oriental pada dekorasi ruangan. Seroeni juga menyajikan masakan ala China Melayu yang gurih dan berbumbu. Bahkan, untuk memperkuat citarasa tersebut, "Kami mendatangkan bumbu-bumbu dasar langsung dari Malaysia," terang Ivan. Masakan yang ada di restoran ini pun bakal sesuai dengan lidah orang Indonesia. Tidak percaya? Cobalah pesan Penang Rojak, makan pembuka di restoran ini. Dari namanya, Anda tentu sudah bisa menebak bahwa ini sejenis rujak. Buahnya juga terdiri dari mangga muda, bengkoang, jambu air, dan nanas. Rasa manis, asam, dan asin yang bercampur pun terasa familiar. Anda bakal merem melek menikmatinya.Seroeni juga mempunyai hidangan pembuka spesial, yaitu Old Town's Shark's Fin Soup. Ini adalah hidangan sirip ikan hiu dicampur daging kepiting. Rasa masakan ini gurih lantaran bercampur kaldu dari tulang ayam. yang menarik, untuk menjaga rasa gurih kaldu, biasanya kaldu tidak langsung dicampur dengan sirip ikan dan daging kepiting. Kaldu disiramkan hanya kalau ada pesanan. "Jadi kami selalu punya stok kaldu," kata Muhtarom, Asisten Koki Seroeni.