KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis laundry terus berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan cuci pakaian yang cepat dan praktis. Meski potensi pasarnya besar, tidak sedikit usaha laundry yang justru merugi karena pengelolaan yang kurang tepat. Dengan jumlah penduduk mencapai 283 juta jiwa, Indonesia hanya memiliki sekitar 506 outlet laundromat. Artinya, satu outlet harus melayani sekitar 565.000 orang—rasio yang jauh tertinggal dari Malaysia, yang memiliki satu outlet untuk tiap 12.000 penduduk. Kondisi ini menandakan peluang bisnis yang masih sangat besar, namun juga menuntut kesiapan operasional yang matang. Direktur PT Super Andalan Perkasa (SAP) sekaligus pionir laundry self-service di Indonesia, Erna Tamin, mengungkapkan bahwa banyak bisnis laundry tumbang bukan karena kurangnya permintaan, tetapi karena kesalahan mendasar dalam pengelolaan.
Menilik Peluang dan Tantangan Bisnis Laundry
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis laundry terus berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan cuci pakaian yang cepat dan praktis. Meski potensi pasarnya besar, tidak sedikit usaha laundry yang justru merugi karena pengelolaan yang kurang tepat. Dengan jumlah penduduk mencapai 283 juta jiwa, Indonesia hanya memiliki sekitar 506 outlet laundromat. Artinya, satu outlet harus melayani sekitar 565.000 orang—rasio yang jauh tertinggal dari Malaysia, yang memiliki satu outlet untuk tiap 12.000 penduduk. Kondisi ini menandakan peluang bisnis yang masih sangat besar, namun juga menuntut kesiapan operasional yang matang. Direktur PT Super Andalan Perkasa (SAP) sekaligus pionir laundry self-service di Indonesia, Erna Tamin, mengungkapkan bahwa banyak bisnis laundry tumbang bukan karena kurangnya permintaan, tetapi karena kesalahan mendasar dalam pengelolaan.
TAG: