Menilik Prospek Kinerja Emiten Properti Grup Aguan yang Sahamnya Lesu di Awal 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja saham emiten properti Grup Aguan diproyeksikan masih prospektif, meskipun lajunya tak terlalu kencang.

Pergerakan saham dua emiten properti Grup Sugianto Kusuma alias Aguan, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), terkoreksi cukup dalam sejak awal tahun.

Per Rabu (25/2/2026), saham PANI terkoreksi 21,43% year to date (YTD) ke Rp 9.900 per saham. Sementara, CBDK sahamnya amblas 33,14% YTD ke Rp 5.850 per saham.


Koreksi harga itu terjadi di tengah rilis raihan pendapatan prapenjualan alias marketing sales mereka sepanjang tahun 2025 yang tidak buruk.

Baca Juga: Wacana Pembatasan Minimarket, Begini Rekomendasi Saham Alfamart (AMRT)

PANI mencatatkan marketing sales Rp 4,3 triliun sepanjang tahun 2025. Ini setara dengan 100% dari target tahun lalu.

Aguan, Presiden Direktur PANI menyampaikan bahwa capaian pra penjualan sepanjang 2025 mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian di tengah perubahan pasar. 

“Pencapaian 100% target pra penjualan menunjukkan bahwa strategi pengembangan kawasan PIK2 yang terintegrasi, relevan dengan kebutuhan pasar, dan berbasis fundamental yang kuat tetap mendapatkan kepercayaan konsumen dan investor,” ujar Sugianto, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/2).

Sementara, CBDK membukukan marketing sales Rp 430 miliar sepanjang 2025, hanya setara dengan 85% dari target tahun lalu yang sebesar Rp 508 miliar.

“Capaian ini mencerminkan disiplin eksekusi Perseroan dalam menjaga kualitas pertumbuhan di tengah dinamika pasar properti yang lebih selektif sepanjang tahun,” ungkap Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, Minggu (8/2/2026).

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata berpandangan, penurunan saham PANI dan CBDK diakibatkan adanya aksi ambil untung karena menyesuaikan valuasinya.

Baca Juga: Rupiah Menguat Hari Ini: Simak Proyeksinya untuk Besok (26/2)

Price to book value (PBV) PANI sempat di atas rerata 3 tahun, dan saat ini sudah di bawah rerata 3 tahun,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Terkait marketing sales sepanjang 2025, Liza melihat performa segmen penjualan CBDK yang didominasi oleh kaveling komersial sangat dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi. 

“Kondisi saat ini cenderung membuat pelaku bisnis lebih konservatif dalam berekspansi, yang menjadi tantangan tersendiri bagi CBDK,” katanya.

Sebaliknya, PANI mencatatkan momentum positif yang didorong oleh kuatnya permintaan di segmen residensial. 

“Akselerasi pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut kian memperjelas prospek investasi, sehingga secara efektif meningkatkan minat beli masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta melihat, kinerja marketing sales emiten properti Grup Aguan sepanjang tahun 2025 didorong oleh permintaan dari masyarakat kelas menengah ke atas yang cukup resilien.

Di tahun 2026, prospek fundamental PANI dan anak usahanya, CBDK, berpeluang untuk kembali mencetak pertumbuhan kinerja keuangan dan marketing sales yang membaik. Ini seiring sentimen positif utamanya yang didorong oleh keberhasilan PANI mencapai targetnya tahun lalu 

Secara operasional, pembukaan akses tol baru dan beroperasinya fasilitas raksasa seperti Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2 menjadi katalis utama pendorong nilai jual produk komersial dan residensial mereka tahun ini. 

“Namun di sisi lain, sentimen negatif jangka pendek yang sedang sangat menekan pergerakan saham CBDK di bursa saat ini murni didorong oleh tekanan jual akibat aksi divestasi bertahap dari entitas afiliasi Grup Salim,” katanya.

Terbaru, PT Tunas Mekar Jaya menjual kepemilikannya di saham CBDK hingga ke bawah 1%.

Sebelum transaksi, perusahaan afiliasi Grup Salim ini punya 77,51 juta saham CBDK yang setara dengan 1,37%. Setelah transaksi, saham yang digenggam tinggal 0,93% atau sebanyak 52,51 juta.

Liza mengingatkan, berdasarkan jawaban resmi dari manajemen, tujuan transaksi tersebut adalah untuk realisasi nilai investasi.

“Hal ini pun biasanya akan memicu kepanikan atau herd behavior dari investor ritel setiap kali terjadi transaksi pelepasan saham,” ungkapnya.

Secara teknikal saham PANI dan CBDK dilihat Liza bergerak di dekat area support dan bergerak di bawah MA20. Jika dilihat berdasarkan rata-rata PE Band 3 tahun terakhir, kedua saham tersebut bergerak di bawah rata-rata.

“Ini membuat kondisi yang menarik bagi investor untuk mengakumulasi saham tersebut,” ujar Liza.

Nafan melihat, kinerja PANI dan CBDK di tahun 2026 masih prospektif didorong sejumlah sentimen. Mulai dari peluncuran klaster baru, suku bunga yang diproyeksikan masih bisa turun maksimal 50 basis poin di semester II, hingga berlanjutnya insentif PPN DTP hingga 2027.

“Secara PBV, PANI termasuk premium. CBDK masih agak moderat. Saat nanti ada smart money masuk, investor bisa mulai melakukan akumulasi beli, tapi saat ini wait and see dulu,” ungkapnya.

Baik Nafan maupun Liza belum memberikan rekomendasi saham untuk PANI dan CBDK.

Selanjutnya: Pemangkasan RKAB Batubara,Pengusaha Pelayaran Bersiap Pergeseran Penawaran-Permintaan

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (26/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News