KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha yang bergerak di industri kaca ingin mengungkit kinerja utilisasi dan penjualan pada 2026. Para pengusaha menyoroti sederet peluang dan tantangan yang bakal mengiringi industri kaca pada tahun ini. Ketua Umum Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI) Henry T. Susanto mengungkapkan bahwa pasar dalam negeri masih menjadi tumpuan bagi industri gelas kaca. APGI pun berharap tingkat konsumsi dan daya beli bisa membaik, serta target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% bisa tercapai.
Selain itu, APGI mengharapkan performa industri manufaktur bisa bertahan di zona ekspansi dengan Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur yang tetap melaju di atas 50.
Baca Juga: Kinerja Emiten Kaca Melambat, Asosiasi Ungkap Tantangan Industri Tahun Ini "Kami mengharapkan industri gelas dapat tumbuh mengikuti pertumbuhan ekonomi baik dari segi penjualan dan utilisasi, serta pasar dalam negeri dapat menopang pertumbuhan," kata Henry kepada Kontan.co.id, Minggu (11/1/2026). Henry menggambarkan, sekitar 80% produksi gelas kaca anggota APGI ditujukan ke pasar dalam negeri. Sementara penjualan ekspor berkontribusi sekitar 20%, dengan menyasar pasar Asia Tenggara, Amerika Latin, Afrika Selatan dan Eropa. Henry memprediksi ekspansi ekspor akan lebih menantang, menimbang dinamika geo-politik dan eskalasi konflik yang cukup tinggi pada awal tahun ini. Dus, Henry mengharapkan adanya perbaikan ekonomi dan daya beli untuk menopang permintaan dari pasar dalam negeri. "Ekspor merupakan market tambahan untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik. Mengenai peluang pasar lokal, kami sangat mengharapkan adanya perbaikan karena pertumbuhan daya beli," ujar Henry.
Kemasan produk industri minuman seperti sirup, kecap, minuman kesehatan, teh dan minuman beralkohol menjadi pasar bagi industri gelas kaca.
Baca Juga: Industri Kaca Tertekan, Kinerja Asahimas (AMFG) pada 2025 Diproyeksi Menyusut Sedangkan untuk segmen tableware atau peralatan rumah tangga menyasar pasar
business to business, hotel, restoran dan cafe, serta konsumsi rumah tangga. Henry bilang, musim puncak (peak season) konsumsi masyarakat seperti Natal - Tahun Baru serta Ramadan - Idul Fitri juga menjadi momentum untuk mendongkrak kinerja bagi industri gelas kaca. Adapun, masa peak season kali ini terjadi berdekatan pada akhir 2025 dan awal 2026.