Menimbang tawaran dana investasi properti



JAKARTA. Investor di Indonesia memiliki satu lagi pilihan produk berinvestasi. PT Ciptadana Asset Management (CAM), kemarin (12/11), meluncurkan produk dana investasi real estate (DIRE) atawa kerap disebut real estate investment trust (REITS). Produk tersebut bertajuk DIRE Ciptadana.

Produk ini mengalokasikan sebagian besar dana kelolaan pada sektor properti melalui skema kontrak investasi kolektif (KIK). Sebesar 80% aset dasar produk ini adalah properti mall.

Tahap awal, Ciptadana akan mengakuisisi 100% saham Solo Grand Mall di Jawa Tengah sebagai aset dasar produk ini. Adapun sisa 20% dana kelolaan akan diputar pada instrumen obligasi dan saham di sektor properti.  


Ma Wei Tong, Direktur Utama PT Ciptadana Asset Management mengklaim,  DIRE Ciptadana merupakan produk REITS perdana di Indonesia.

Bila berminat, minimun investasi di produk ini sebesar Rp 1 miliar dengan asumsi return bisa mencapai 13% per tahun. Hitungan return sebesar itu berasal dari perolehan dividen dan pertumbuhan aset Solo Grand Mall.

Ciptadana menghitung, pertumbuhan bisnis Solo Grand Mall sekitar 5%-10% per tahun. "Kami menargetkan akan menambah aset satu atau dua mal dalam setahun ke depan di wilayah Jabotabek," ujar Paula Rianty Komarudin, Direktur Pemasaran PT Ciptadana Asset Management.

Ciptadana menawarkan unit penyertaan antara 3,8 miliar unit hingga maksimal 4,2 miliar unit. Dengan nilai aktiva bersih (NAB) sebesar Rp 100 per unit penyertaan, total dana kelolaan ditargetkan mencapai Rp 380 miliar hingga Rp 420 miliar. "Jika sepi peminat maka PT Ciptadana Capital berperan sebagai pembeli siaga," ujar Ma Wei.

Meski 80% dana kelolaan ditempatkan pada aset tidak bergerak, investor tetap bisa menarik dana (redemption) sewaktu-waktu. Namun, investor dikenakan fee jika melakukan redemption sebelum setahun.

Agus Mayo, Kepala Bagian Pengawasan dan pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) bilang, penempatan aset di properti ini bisa mengurangi risiko. Ia bilang, harga properti masih stabil sepanjang tahun, kecuali jika terjadi krisis. "Bapepam-LK telah mengatur produk DIRE ini sejak lima tahun silam," ujarnya.

Direktur Utama PT Infovesta Utama, Parto Kawito menilai, produk ini kurang terdiversifikasi. Sebab, 80% asetnya ditempatkan di satu properti. Ini mengundang risiko bila mal yang menjadi aset dasarnya kalah bersaing. "Lebih bagus jika portofolio produk ini diperbanyak tak hanya mal tapi juga hotel," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Edy Can